Sabtu 17 Oktober 2020, 13:35 WIB

Pasien Sembuh Covid-19 di Tasikmalaya Capai 62 Persen

Kristiadi | Nusantara
Pasien Sembuh Covid-19 di Tasikmalaya Capai 62 Persen

MI/Kristiadi
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman didampingi Kepala Dinas Kesehatan Uus Supangat melihat mesin Polymerase Chain Reaction (PCR)

 

MEMUTUS mata rantai penyebaran covid-19 membutuhkan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah, tenaga medis hingga masyarakat. Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Tasikmalaya mencatat jumlah kesembuhan pasien positif covid-19 sangat tinggi yakni 240 orang sembuh atau 62%.

"Kami berupaya sekuat tenaga mencari solusi terkait anggaran (penanganan covid-19) sampai dua pekan terakhir ini tercatat 240 pasien sembuh atau 62% sebagai kado terindah di hari jadi Tasikmalaya ke-19," kata Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Sabtu (17/10).

Budi mengatakan, selama masa pandemi ini, ia menguasai medan dan kultur wilayah termasuk cara berkomunikasi dengan warga termasuk memberikan informasi semua langkah penting dalam menangani penyebaran covid-19. Karena, yang paling penting menangani wabah korona selama ini adalah kepatuhan protokol kesehatan mulai memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan.

"Percuma anggaran banyak, tenaga medis banyak, warganya tidak patuh, ya pasti jumlah pasiennya akan banyak juga. Namun, dengan anggaran besar, tenaga medis banyak, warga patuh jumlah pasien pasti sedikit dipastikan para pejuang garda terdepan untuk sekarang terpaksa akan merekrut tenaga medis baru untuk penanganan covid-19," ujarnya.

Baca juga: Polresta Tasikmalaya dan BNK Gelar Sidak hingga Tes Urine

Ia mengatakan, penurunan jumlah pasien di Kota Tasikmalaya diharap dapat membuat warga tetap disiplin memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Pemerintah juga berharap bantuan anggaran penanganan covid-19 cepat diturunkan apalagi sekarang ini telah membangun Laboratorium PCR atau tes swab khusus untuk mempercepat hasil kontak erat pascatracing.

"Kecepatan mendeteksi dan penanganan akan mampu menekan meluasnya penyebaran virus korona dan pengalaman kami itu proses cepat mulai dari deteksi, tracing, hasil tes swab dan penanganan mampu menekan dan memutus mata rantai. Jika terjadi keterlambatan hasil swab justru akan membahayakan semuanya, karena ada beberapa klaster telah muncul mulai keluarga, pesantren, tenaga kesehatan, tenaga pendidikan dan itu mampu diatasinya," paparnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, pasien terkonfirmasi positif covid-19 berjumlah 334 kasus di antaranya 240 orang telah sembuh, 82 pasien masih dirawat, 12 pasien meninggal dunia. Sedangkan, suspek 1.497 kasus, isolasi mandiri 34 pasien, sembuh 1.463 orang, dan kasus probable 92 kasus, isolasi mandiri 7 pasien, sembuh 75 orang dan telah meninggal dunia 10 orang.(OL-5)

Baca Juga

MI/Martinus Solo

Muncul Klaster Asrama di Kota Sorong

👤Martinus Solo 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 12:13 WIB
Satgas Penanganan Percepatan Covid-19 Kota Sorong melaporkan ditemukan 57 mahasiswa yang tinggal di sebuah asrama positif...
MI/Rudi Kurniawansyah

Di Tengah Pandemi, Petani Kuantan Singingi Panen Raya Padi

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 12:04 WIB
Panen raya dilaksanakan pada lokasi PMI Gunung Toar, di atas hamparan sawah seluas 136...
MI/Heri Susetyo

Menunggu Sedekah Bumi, Petani Belum Mulai Masa Tanam

👤Nurul Hidayah 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 11:54 WIB
Petani di Kabupaten Indramayu belum juga melakukan musim tanam karena mereka masih menunggu upacara adat sedekah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya