Sabtu 17 Oktober 2020, 12:10 WIB

ASN Sasaran Utama Internalisasi Moderasi Beragama

Atalya Puspa | Humaniora
ASN Sasaran Utama Internalisasi Moderasi Beragama

ANTARA/ Nyoman Hendra Wibowo
Pecalang (petugas keamanan adat) mendampingi umat Islam mengantar daging kurban Idul Adha untuk warga umat Hindu di Denpasar, Jumat (31/7).

 

Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyusun Rancangan Peraturan Menteri Agama (RPMA) dan roadmap Penguatan Moderasi Beragama (MB).

Kasubdit Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Adib Machrus mengusulkan untuk menjadikan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai sasaran utama. Saran ini Adib sampaikan berdasarkan pengalamannya melakukan proses internalisasi MB di KUA sejak 2019.

"Setiap tahun, kami ada piloting moderasi beragama di seratus-an KUA. Kami jadikan ASN sebagai sasaran utama," terang Adib dalam keterangan resmi, Sabtu (17/10).

Baca juga: Kota dengan Status Zona Merah Dapat Prioritas Vaksin

Menurut Adib, penguatan MB oleh pemerintah perlu berangkat dari ASN. Sebab, ASN itulah yang akan menjadi agen penguatan MB di masyarakat.

"Jangan sampai penolakan terhadap program ini justru muncul dari ASN karena mereka belum memahami substansinya," tuturnya.

"Ini yang kami alami di awal proses. Setelah mereka memahami konsep moderasi beragama, baru ada perubahan cara pandang dan sikap," lanjutnya.

Selain ASN, sasaran kedua adalah unit pelaksana teknis. Menurut Adib, program yang sudah dia lakukan adalah penguatan MB di KUA.

"Setahun terakhir, kita adakan pelatihan tiga hari setiap angkatan. Perubahannya signifikan, ditandai dengan munculnya penerimaan dari sikap sebelumnya yang cenderung menolak," terangnya.

"Bahkan, sekarang banyak KUA yang menginisiasi program penguatan moderasi beragama," lanjutnya.

Hal senada disampaikan pemerhati kerukunan, Alissa Wahid. Pengalaman mendampingi KUA, Alissa mendapati sejumlah kasus terkait kecenderungan sikap ASN, yaitu: formalistik (fokus pada program), berjarak dari masyarakat, dan pasif. Akibatnya, ada di antara mereka yang kurang responsif terhadap dinamika kemasyarakatan.

Baca juga; Pemerintah Telah Salurkan BLT Rp3,17 T ke Desa Tanggap Covid-19

Alissa juga menggarisbawahi pentingnya kemaslahatan dijadikan sebagai tujuan dari penguatan moderasi beragama. Kata ini disepakati untuk masuk dalam rumusan definisi moderasi beragama.

Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Agama Oman Fathurahman, mengatakan, PMA dan roadmap terkait Penguatan Moderasi Beragama ini penting untuk memberikan panduan guna menjalankan Perpres Nomor 18 tahun 2020, tentang RPJMN 2020-2024, di mana moderasi beragama menjadi bagian di dalamnya.

PMA tentang Penguatan Moderasi Beragama ini, menurut Oman, ke depannya diharapkan dapat menjadi landasan yuridis dalam penyusunan seluruh program Kementerian Agama dalam pengarusutamaan moderasi beragama. "Kita berharap dengan adanya PMA Ini praktik moderasi beragama pun lebih aplikatif,"ungkap Oman.

Menag 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin menggarisbawahi bahwa Moderasi Beragama bukan liberalisasi. MB justru berorientasi pada internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Selain itu, MB juga mengarah pada membangun kesadaran menghargai keragaman agama dan tafsir ajaran agama agar tidak terjebak pada perilaku intoleran," jelasnya. (H-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Siswa SMP di Tarakan Bunuh Diri, KPAI Minta PJJ Dievaluasi

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:30 WIB
KPAI akan bersurat pada pihak-pihak terkait untuk pencegahan dan penanganan peserta didik yang mengalami masalah mental dalam menghadapi...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Satgas Covid-19: Kasus Aktif di Indonesia Makin Menurun

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 09:33 WIB
Prof Wiku Adisasmito mengatakan jumlah kasus aktif di Indonesia sebanyak 60.569 atau 14,9%. Kondisi di Indonesia ini sangat baik jika...
AFP/Luka Gonzales

Akselerasi Persiapan Logistik dan SDM untuk Vaksinasi Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 09:20 WIB
Wiku menyebut jumlah SDM yang dipersiapkan sebanyak 739.722 orang. Serta vaksinator di Puskesmas dan rumah sakit sebanyak 23.145 orang atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya