Sabtu 17 Oktober 2020, 09:00 WIB

Puluhan Eskavator Beroperasi di Tambang Emas Ilegal Geumpang

Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara
Puluhan Eskavator Beroperasi di Tambang Emas Ilegal Geumpang

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Foto udara area bekas tambang emas ilegal di kawasan hutan lindung Ulu Masen antara Kabupaten Pidie dan Kabupaten Aceh Barat

 

SEKITAR 35 unit eskavator jenis backhoe masih beroperasi di hutan lindung kawasan Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Mesin bertenaga raksasa itu melakukan aktivitas penambangan emas ilegal, dengan cara mengeruk lereng gunung dan aliran sungai di hutan tersebut.

Padahal sekitar dua tahun lalu, aktivitas eskavator penambang liar yang merusak hutan lebat dan hulu sungai itu sempat diusir jajaran Polda Aceh. Apalagi aksi mereka telah merusak kemurnian mutu air sungai dan mengundang bencana alam banjir bandang.

Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Jumat (16/10), puluhan backhoe beroperasi di hulu sungai Alue Suloh, Alue Landong, anak Sungai Mas dan kawasan Lamjeue. Akibatnya, terjadi kerusakan hutan lindung dan tebing sungai cukup parah.

Itu sebabnya air sungai setempat berwarna keruh hingga ke kawasan hilir Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya. Bahkan terjadi pencemaran air sungai akibat limbah cairan kimia dari aktivitas pengolahan biji emas.

"Bukan saja kerusakan hutan. Tapi tercemarnya air sungai lebih berbahaya lagi terhadap habitat ikan. Jadi sangat berbahaya, karena sungai itu juga sumber kehidupan dan perekonomian warga," kata tokoh masyarakat Kecamatan Geumpang Abdullah kepada Media Indonesia.

Baca juga: Tambang Emas Manokwari Bakal Dikelola Masyarakat Adat

Para pemilik modal tambang emas ilegal itu sebagian besar berasal dari luar kawasan Geumpang. Warga takut melarang aktivitas itu karena banyak pihak menuai keuntungan dari hasil tambang tersebut.

"Ada pihak dari institusi tertentu terlibat langsung menyokong penggalian emas tersebut. Ada juga yang pura-pura tidak tahu, padahal juga ikut menikmati hasilnya," imbuh warga lainnya.(OL-5)

Baca Juga

Dok. Polri

Kakorlantas Bakal Adopsi Pengembangan Program TAR Tulungagung

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:42 WIB
TAR yang terkoneksi dengan Dukcapil serta face recognition tersebut akan membuat petugas mengetahui rekam jejak sejarah seseorang yang akan...
DOK MI

Warga Kota Sukabumi Diimbau tidak Bepergian saat Libur Panjang

👤Benny Bastiandy 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:45 WIB
Peningkatan kasus baru di Kota Sukabumi akhir ini terjadi pada klaster keluarga. Kondisi itu juga lantaran tak sedikit dipicu perjalanan ke...
DOK MI

Pemkab Subang akan Lakukan Tes Covid-19 kepada Pengunjung Sariater

👤Reza Sunarya 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:10 WIB
Satgas covid-19 Subang akan melakukan rapid tes dan swab tes secara acak kepada para wisatawan yang berkunjung ke objek...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya