Sabtu 17 Oktober 2020, 04:45 WIB

BEI Relaksasi Panyampaian Laporan

(Ant/Try/E-1) | Ekonomi
BEI Relaksasi Panyampaian Laporan

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Karyawan melintas di bawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/5/2020)

 

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan beberapa relaksasi batas waktu penyampaian laporan keuangan bagi perusahaan tercatat dan penerbit efek di masa pandemi.

"Relaksasi ini sebagai upaya dalam mendukung penerapan adaptasi kebiasaan baru agar pelaku usaha, serta masyarakat tetap produktif dan aman dari penularan covid-19," kata Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono dalam pernyataan di Jakarta, kemarin.

BEI memberikan relaksasi berupa perpanjangan batas waktu penyampaian laporan keuangan tahunan, laporan tahunan, dan laporan keuangan triwulan I, bagi perusahaan tercatat dan penerbit melalui SPE-IDXnet.

Perpanjangan diberikan selama dua bulan dari batas waktu penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam peraturan bursa.

Selain itu, perpanjangan batas waktu penyampaian laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan triwulan III, bagi perusahaan tercatat dan penerbit melalui SPE-IDXnet, yaitu selama satu bulan dari batas waktu penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam peraturan bursa.

Sehubungan dengan perpanjangan batas waktu sebagaimana dimaksud, BEI menyesuaikan pengenaan notasi khusus bagi perusahaan tercatat.

Sementara itu, kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI)ditutup melemah tipis seiring pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan kesepakatan stimulus lanjutan di Amerika Serikat.

IHSG ditutup melemah 1,74 poin atau 0,03% ke posisi 5.103,41, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,57 poin atau 0,07% menjadi 783,45.

"Market masih wait and see berkaitan dengan program stimulus AS yang belum cair lantaran dinamika politik yang terjadi antara eksekutif dan legislatif. Adanya ketidakpastian hasil negosiasi pasca-Brexit juga memengaruhi perilaku market," kata analis Bina Artha Sekuritas M Nafan Aji Gusta.

Dalam perdagangan kemarin, saham BRI Syariah (BRIS) menjadi saham yang cukup ramai diperdagangkan. Setelah sempat hingga menembus batas auto rejection bawah (ARB) di Rp1.220, saham BRIS menunjukkan perlawan balik pada sesi 2. Saham BRIS akhirnya ditutup naik 85 poin atau 6,94% di level Rp1.395.

Kenaikan saham Astra Internasional sebesar Rp190 ke posisi ke Rp4.930 menjadi penahan IHSG sehingga tidak terkoreksi terlampau dalam. (Ant/Try/E-1)

Baca Juga

Antara/Ari Bowo Sucipto

Bangun Talenta Kaum Muda

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 11:28 WIB
Daya saing pemuda Indonesia harus kuat sebagai generasi pemimpin masa depan serta andal dan unggul di negeri sendiri dan...
MI/Akhmad Safuan

UU Cipta Kerja Bidang Pelayaran Tingkatkan Daya Saing Kemaritiman

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 10:19 WIB
Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, menyebut UU Cipta Kerja Bidang Pelayaran akan mampu mempercepat kemajuan di sektor...
Antara

Produsen Sepeda Motor Listrik Singapura Incar Pasar Indonesia

👤Antara 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 10:05 WIB
Saat ini tercatat setidaknya ada 120 juta sepeda motor di Indonesia dengan kurang dari 0,1% di antaranya adalah sepeda motor...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya