Sabtu 17 Oktober 2020, 04:17 WIB

Distribusi Vaksin hingga ke Desa

Iam/RO/X-10 | Humaniora
Distribusi Vaksin hingga ke Desa

Medcom.id
Ilustrasi

 

SEKRETARIS Eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPPEN) Raden Pardede mengungkapkan pendistribusian vaksin covid-19 dari Tiongkok dan Inggris harus dilakukan secara terencana dan detail hingga sampai ke pelosok.

Kementerian Kesehatan tengah menyusun peta jalan (roadmap) distri busi vaksin covid-19 sejak pengangkutan dari London dan Tiongkok hingga vaksin sampai ke desa-desa di Indonesia.

“Karena pengangkutan menggunakan boks dengan temperatur tertentu dan harus stabil, jika temperatur di luar dari yang ditentukan, maka bisa rusak dan jadi racun sehingga harus benar-benar diatur,” kata Raden ketika dihubungi, kemarin.

Raden mengatakan, setelah vaksin sampai di Indonesia, harus diatur juga lokasi penyimpanan atau gudang yang memiliki fasilitas yang bagus agar vaksin itu tidak rusak dan menjadi racun.

“Sampai di titik daerah atau di puskesmas juga harus ada pendinginnya dan kebutuhan lainnya seperti boks penyimpanan yang harus dingin, tergantung jenis vaksinnya 8-2 derajat dan ada yang sampai temperaturnya minus, sehingga puskesmas harus ada pendingin dengan temperatur terjaga dan harus dipastikan listrik sudah tersalurkan,” tambahnya.

Ia juga mengatakan biaya vaksin covid-19 akan terbagi menjadi 2, yaitu gratis dan biaya sendiri. Untuk tenaga kesehatan, kepolisian, dan militer mungkin gratis, juga bagi penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan.

“Untuk harganya akan ditentukan lagi karena saat ini belum bisa ditentukan, tetapi di kisaran Rp400 ribu-Rp500 ribu. Jika sudah sanggup, bisa bayar sendiri, entah itu kantor yang bayar atau pakai kocek pribadi,” ujarnya.

Ia pun menambahkan ketergantungan pada vaksin luar negeri akan berkurang seiring vaksin Merah Putih dapat diproduksi dan dibagikan kepada masyarakat.

“Diprediksi, vaksin Merah Putih akan digunakan pada kuartal III/IV 2021, harus diupayakan penuh. Agar pada 2022 akan diproduksi penuh
maka ketergantungan pada vaksin luar negeri akan berkurang,” tukasnya.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan anggapan masyarakat bahwa vaksin covid-19 dapat membunuh virus perlu segera diluruskan. Kehadiran vaksin jangan sampai memengaruhi tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Persepsi keliru bahwa kehadiran vaksin dalam waktu dekat bisa membunuh virus jangan membuat masyarakat justru menjadi terlena dalam penerapan protokol kesehatan,” ujarnya, kemarin.

Lestari mengatakan vaksin bukanlah obat pembunuh virus korona, melainkan berfungsi meningkatkan antibodi manusia agar tidak tertular covid-19. (Iam/RO/X-10)

Baca Juga

Antara

Jadi Prioritas, Riset Nuklir untuk Diagnosis dan Pengobatan Kanker

👤Aiw/H-2 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 17:25 WIB
Selama ini, Indonesia mengimpor lebih dari 90% produk radioisotop dan...
Ist

40 Mahasiswa Raih Penuh Program Beasiswa 8 Miliar Algoritma 2020

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 17:16 WIB
Program beasiswa pada tahun ini diberikan kepada 40 penerima beasiswa penuh serta 120 penerima beasiswa parsial yang memiliki background...
MI

Program Stunting Terancam Minim Hasil karena Ego Sektoral

👤Emir Chaerullah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 17:00 WIB
ANGGARAN program pencegahan stunting Rp27,5 triliun yang tersebar di 23 kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terancam minim hasil...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya