Jumat 16 Oktober 2020, 23:05 WIB

Mentan: Produksi Beras Bakal Surplus 7 Juta Ton

mediaindonesia.com | Ekonomi
Mentan: Produksi Beras Bakal Surplus 7 Juta Ton

Dok: Humas Kementan
Mentan Syahrul Yasin Limpo sampai terbahak mendengar komentar petani dan penyuluh.

 

PEMERINTAH menjamin ketersediaan beras cukup hingg akhir 2020, diprediksi surplus 7 juta ton. Mengacu stok awal 2020 sebesar 5,9 juta ton plus 30,6 juta ton gabah kering giling (GKG) setara 17,06 juta ton beras atau senilai Rp172 triliun.

Mengawali 2020, Indonesia memiliki stok beras 5,94 juta ton dari Desember 2019 plus hasil produksi Musim Tanam I (MT) dari luas tanam 6,1 juta hektar pada Oktober 2019 hingga Maret 2020 (Okmar). Periode MT II pada April - September 2020 (Asep) luas tanam padi mencapai 5,4 juta hektar di seluruh Indonesia.

"Dari total luas tanam fase MT I Okmar dan MT II Asep menghasilkan 30,6 juta ton GKG atau setara 17,06 juta ton beras senilai Rp172 triliun," kata Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Jumat (16/10).

Cadangan beras pun semakin kompetitif, kata Mentan, karena ada stok 5,94 juta ton dari Desember 2019. Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat pada Januari hingga Juni 2020 mencapai 15,17 juta ton.

"Dari selisih tersebut, dicapai surplus 7,83 juta ton maka harus didukung program percepatan tanam agar stok pangan khususnya beras ke depan lebih stabil dan tumbuh," kata Mentan pada kegiatan video conference (Vcon) Mentan Sapa Penyuluh dan Petani (MSPP) Vol. 22 yang berlangsung tiap hari Jumat.

Sedikitnya 500 partisipan video conference dan lebih 5.000 pemirsa live streaming memadati jagat virtual MSPP, dipancarluaskan AWR ke Agriculture Operation Room (AOR) pada kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) selaku Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) maupun Kostrada dan Kostrawil di kantor dinas pertanian tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

“Produksi beras sepanjang 2020 sangat aman. Sejauh ini progress-nya sangat kompetitif. Realisasi ini akan terus positif, apalagi ada support KostraTani dan Food Estate juga sudah digulirkan di Kalimantan Tengah,” kata Mentan Syahrul yang didampingi Sekjen Kementan, Momon Rusmono dan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi.

Menurutnya, untuk menaikan akselerasi produksi beras, juga bergulir program percepatan produksi. Periodenya,  mulai April hingga September 2020 dengan luas lahan riil 5,6 juta hektar. Hasilnya, produksi beras pada Juli hingga Desember 2020 diprediksi 12,5 juta ton hingga 15 juta ton atau total produksi dan stok beras pada MT II 2020 mencapai 22,09 juta ton.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan mengajak penyuluh diharapkan terus mendorong petani memakai pupuk organik. Selain murah dan 'sehat untuk tanah' juga meningkatkan posisi tawar (bargaining position) produk ekspor pertanian Indonesia di mancanegara.

"Mari kita dorong petani memakai pupuk organik, karena tanaman akan lebih subur dan berkualitas," kata Syahrul.

Dia mengakui bahwa pupuk, salah satu sarana produksi yang sangat vital untuk pertanian, maka pemerintah selalu mengalokasikan anggaran besar, dengan kebijakan pupuk bersubsidi bagi petani agar petani mendapat pupuk berkualitas dengan harga terjangkau.

"Jangan bergantung pada pupuk anorganik. Pupuk organik lebih bagus. Petani harus belajar dan membiasakan tidak bergantung pada pupuk subsidi," kata Mentan didampingi Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) dan Sekretaris Badan PPSDMP Kementan, Siti Munifah.

Sebagaimana diberitakan, Kementan khususnya Badan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dan Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project Program [IPDMIP] menggelar Sekolah Lapang [SL] pemupukan berimbang.

Pusat Penyuluhan Pertanian pada BPPSDMP (Pusluhtan) menyebutkan kegiatan SL Pemupukan Berimbang digelar simultan oleh IPDMIP pada 74 kabupaten di 16 provinsi, yang target kegiatan Program IPDMIP.

Keterangan tertulis yang dilansir Pusluhtan menyebutkan SL IPDMIP di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara menyasar petani dari kelompok tani [Poktan] Sejati Nagori di Desa Jawa Tongah II, Kecamatan Hatonduhan. Peserta dibimbing menggunakan Perangkat Uji Pupuk  dan Perangkat Uji Tanah Sawah. (OL-13)

 

 

Baca Juga

Dok. BTN

Pacu Gairah Pasar, BTN-Winland Development Tawarkan KPR Holiday

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:31 WIB
Pogram KPR Holiday difokuskan bagi pemasaran tiga proyek perumahan yang dikembangkan Winland Development di wilayah Cileungsi,...
Antara/Raisan Al-Farisi

UU Cipta Kerja Buka Ruang Konsolidasi Data Tunggal KUMKM

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:17 WIB
UU Cipta Kerja dibuat dengan tujuan untuk menjawab masalah-masalah utama yang dihadapi oleh UMKM dan koperasi yang sebelumnya menyebabkan...
Dok UResort

Bidik Mahasiswa, Apartemen Ini Sesuaikan Kebutuhan Kampus

👤Ihfa Firdausya 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:15 WIB
Hunian yang membidik pasar mahasiswa sekarang ini tidak cukup sekadar dekat dengan kampus, tapi juga harus menunjang kegiatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya