Jumat 16 Oktober 2020, 20:45 WIB

Bahaya tidak Simpan Vaksin Covid-19 dengan Benar

M Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Bahaya tidak Simpan Vaksin Covid-19 dengan Benar

MI/Susanto
.

 

DISTRIBUSI vaksin dari luar negeri, yakni Tingkok dan Inggris, hingga ke desa harus terencana dengan detail. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang membuat road map mulai pengangkutan dari London dan Tiongkok hingga sampai ke desa-desa di Indonesia.

"Pengangkutan menggunakan boks harus dengan temperatur tertentu dan stabil. Jika temperatur di luar dari yang ditentukan, bisa rusak dan menjadi racun, sehingga harus benar-benar diatur," kata Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPPEN) Raden Pardede kepada Media Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (16/10).

Setelah sampai di Indonesia, harus ada lokasi penyimpanan atau gudang vaksin dengan fasilitas yang bagus. Seperti diketahui, vaksin yang berasal dari Tiongkok yaitu Sinovac Biotech, CanSino Biologics Inc, dan G42/Sinopharm. Satu lagi vaksin dari perusahaan asal Inggris AstraZeneca PLC.

Untuk vaksin Sinovac, pemerintah tidak membeli langsung jadi, melainkan dalam bentuk bahan baku yang akan diformulasi di Bandung. Yang perlu dipikirkan yaitu cara mengangkut vaksin dari Jakarta dan Bandung ke daerah-daerah dengan aman.

"Sampai di titik daerah atau puskesmas juga harus ada pendingin dan kebutuhan lain, seperti boks penyimpanan yang dingin. Ini tergantung dari jenis vaksinnya. Ada yang 8 derajat dan ada yang sampai temperaturnya minus. Jadi harus ada pendingin dengan temperatur terjaga. Harus dipastikan pula listrik tersalurkan," ujarnya.

Pemerintah juga harus menyiapkan genset di setiap puskesmas. Ini untuk antisipasi bila listrik mati mendadak sehingga suhu dari vaksin tetap terjaga.

Perlu diketahui puskesmas yang terlibat dalam penyuntikan vaksin covid-19 mencapai 11 ribu unit. Harapannya, vaksin dapat disuntikkan 1 juta dosis sehari.

"Itu semua harus sudah direncanakan dan dipikirkan oleh tim vaksinasi dari Kemenkes. Jadi ini pekerjaan yang masif. Bayangkan kita mengangkut 360 juta ampul vaksin di jalanan dan pastikan sampai ke desa," jelasnya.

Selain itu, ketika proses penyuntikan tidak boleh menimbulkan kerumunan. Jangan sampai terjadi penularan dan dipastikan orang yang disuntik harus sehat.

"Bahkan harus dilakukan dulu rapid test bahwa orang tersebut tidak tertular covid-19. Begitu pun jumlah tenaga kesehatan yang terlibat, mulai dari petugas pengecekan dan petugas penyuntikan, harus dilakukan dan direncanakan dengan baik," pungkasnya. (OL-14)

Baca Juga

Antara

Perkuat Ikatan Kebangsaan Guna Majukan Negeri

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:51 WIB
"Gus Dur (Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid) waktu berpesan cintailah tanah, air dan udara di atas segala-galanya," kata Budayawan...
Antara/Aprillio Akbar

Agar PJJ Efektif, Guru dan Orang Tua Harus Jalin Komunikasi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:18 WIB
Sebelum pandemi covid-19, komunikasi guru dengan orang tua cenderung berjalan lancar secara tatap muka. Berbeda saat pandemi di mana...
AFP

Kemenag: 26 Ribu Jemaah Penuhi Syarat Usia Umrah di Masa Pandemi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:09 WIB
“Ada 26.328 jemaah atau 44% dari mereka yang sudah mendapat nomor registrasi, berusia 18 sampai 50 tahun. Mereka masuk dalam kriteria...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya