Jumat 16 Oktober 2020, 18:52 WIB

Menjaga Ketahanan Pangan ala Warga Desa Ganesha Mukti

mediaindonesia.com | Nusantara
Menjaga Ketahanan Pangan ala Warga Desa Ganesha Mukti

Ist
Desa lahan gambut, Desa Ganesha Mukti, Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin, Sumsel, sukses memproduksi aneka beras dalam kemasan.

 

BERTEPATAN dengan Hari Ketahanan Pangan Dunia dan masih maraknya pandemi covid-19, isu ketahanan pangan menjadi penting, tidak hanya bagi pemerintah juga bagi masyarakat. 

Isu ini menyeruak karena adanya kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang bermutu dan asupan gizi  yang dapat menunjang daya tahan tubuh.

Banyak program yang dikembangkan untuk mengentaskan isu ketahanan pangan ini. Lahan gambut tipis yang memiliki fungsi budidaya juga ikut dilirik.

Kabar baik dari lahan gambut datang dari Desa Ganesha Mukti, Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Warga yang juga berprofesi sebagai petani telah menerapkan pertanian alami tanpa membakar lahan dan juga telah berhasil menyediakan cadangan pangan rumah tangganya.

Kepala Desa Ganesha Mukti, Tuwon, mengatakan pertanian alami yang diterapkan adalah sistem tabur benih langsung. Sistem ini muncul karena warga tidak menginginkan terjadi kebakaran lagi di desanya. "Kami tidak mau terulang lagi kebakaran lahan, juga sudah ada larangan membakar," ucap Tuwon, seperti dikutip, Jumat (16/10).

Sistem ini juga bersinergi dengan konsep Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) yang digagas Badan Restorasi Gambut (BRG).

Saat ini, Tuwon mengatakan, warga mampu menghasilkan 4.800 ton beras putih, ratusan ton beras merah, dan berton-ton beras hitam dari areal pertanian seluas 1.200 hektare. "Itu dihasilkan sekali panen. Ini baru satu kali," kata dia.

Menurut Tuwon,  PLTB membawa dampak positif karena mampu menjaga lahan gambut dari kebakaran, memenuhi kebutuhan pangan warga dan menambah penghasilan. 

Gabah kering

Tuwon mengatakan, di masa pandemi Covid-19, warga Desa Ganesha Mukti tak begitu terpengaruh. Terutama mengenai pasokan pangan. Klaim ini bukan tanpa alasan. Dia menyebut, sejak dahulu warga selalu menyimpan gabah kering di rumah masing-masing.

"Jadi ada budaya sejak saya kecil, stok makan keluarga harus dicukupi. Sisanya baru dijual," ucap dia.

Sistem ini, menurut Ketua Kelompok Wanita Tani Srikandi Ganesha Mukti, Siti Sari, dapat memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan warga. Menurutnya, setiap kepala keluarga minimal punya cadangan 20 karung gabah kering. "Kalau kita giling, satu karung itu kisaran 45 kilogram," ujar dia.

Selain teknik menyimpan pangan, Siti mengatakan, warga juga menanam di pekarangan rumah. Program ini juga diinisiasi BRG, warga menanam sayur mayur dan tanaman obat keluarga.

Selain itu, warga juga bisa mengolah berbagai produk makanan ringan untuk menambah penghasilan. "Produk yang kita hasilkan yaitu keripik pisang, kue akar kelapa, dan lainnya," ucap dia.

Siti mengatakan, selain beras putih warga juga mengembangkan varietas beras merah dan hitam. Keduanya memberikan keuntungan besar bagi petani.

"Kita sih inginnya nanam beras merah dan hitam soalnya ada uangnya. Kalau beras putih, kecuali pandan wangi,  harganya terbilang murah," ucap dia.

Saat ini beras merah ditanam di areal persawahan seluas 80 hingga 100 hektare. Sementara beras hitam yang baru diuji coba ditanam di areal seluas 5 hektare.

Dia menyebut dua jenis beras itu mudah dibudidayakan. "Perawatannya juga nggak begitu susah. kalau beras putih itu kalau kena wereng tahan dengan hama," kata dia.

Ke depannya, dia berharap, BRG bisa meneruskan pembinaan untuk masyarakat, terutama untuk budidaya beras merah dan hitam. "Dan semoga ada inovasi agar tidak menanam beras putih terus," ucap dia. (RO/OL-09)

Baca Juga

DOK. SIPINDO

Pemprov Sumsel Rekrut Seribu Penyuluh Pertanian

👤Dwi Apriani 🕔Minggu 01 November 2020, 09:02 WIB
"Penyuluh adalah garda terdepan mengawal program utama dan mendampingi petani mencapai target produksi pertanian...
ANTARA/Noveradika

Gubernur DIY Tetapkan UMP DIY 2021 Naik 3.54%

👤Agus Utantoro, Ardi Teristi Hardi 🕔Minggu 01 November 2020, 08:26 WIB
"Kenaikan UMP DIY ini lebih tinggi dari Jateng yang naik sebesar...
Dok LOPO BELAJAR ANAK TIMOR

Anak-Anak di Pinggiran Kota Kupang Jalani Pemeriksaan Kesehatan

👤Palce Amalo 🕔Minggu 01 November 2020, 07:54 WIB
Kegiatan tersebut diikuti 25 anak dari Taman Baca Malile di kelurahan setempat dan digelar secara rutin sebagai upaya untuk mendeteksi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya