Jumat 16 Oktober 2020, 18:37 WIB

G20 Sepakat Perpanjang Penundaan Pembayaran Kewajiban Utang

M. Ilham Ramadhan Avisena | Internasional
G20 Sepakat Perpanjang Penundaan Pembayaran Kewajiban Utang

Antara
Menkeu Sri Mulyani

 

NEGARA-negara G20 menyepakati perpanjangan implementasi program penundaan pembayaran kewajiban utang bagi negara-negara miskin (low income countries) melalui Debt Service Suspension Initiative (DSSI) hingga akhir Juni 2021.

Tujuannya ialah membantu negara-negara miskin dalam merespons dampak pandemi.

Perpanjangan itu berpotensi dilanjutkan lagi dalam pertemuan IMF-WB Spring Meeting 2021 mendatang.

G20 akan membahas opsi perpanjangan DSSI untuk enam bulan berikutnya (hingga Desember 2021) apabila perkembangan situasi perekonomian dan keuangan dunia masih membutuhkan fasilitas DSSI.

Mengutip dari siaran pers Kementerian Keuangan, Jumat (16/10), negara-negara G20 disebuy menyadari adanya keperluan perlakuan utang di luar fasilitas DSSI secara kasus per kasus. Untuk itu G20 menyetujui prinsip-prinsip Common Framework for Debt Treatments beyond the DSSI sebagai upaya untuk mengatasi risiko kerentanan utang negara-negara miskin. 

G20 juga mendorong langkah-langkah kolektif bank pembangunan multilateral dalam melanjutkan dan meningkatkan dukungan mereka kepada negara-negara miskin, dengan tetap menjaga credit rating serta kemampuan bank pembangunan multilateral dalam mendapatkan funding berbiaya rendah.

G20 turut berkomitmen melanjutkan kerja sama bidang perpajakan guna mewujudkan sistem perpajakan internasional yang adil, berkelanjutan, dan modern. G20 menyambut baik Laporan mengenai Blueprint Pilar 1 dan Pilar 2 yang telah disetujui untuk disampaikan kepada publik (public release) oleh G20/OECD Inclusive Framework on Base Erosion and Profit Shifting (BEPS). 

Blueprint ini dipandang sebagai basis yang kuat untuk melanjutkan pembahasan atas isu-isu yang masih tersisa, dan diharapkan kesepakatan global akan dapat dicapai pada pertengahan tahun depan.

"Indonesia menyambut baik BlueprintPilar 1 dan Pilar 2 sebagai fondasi untuk mencapai konsensus global. Penerimaan perpajakan sangat penting bagi semua negara. Oleh karena itu, Indonesia mendukung upaya-upaya untuk mencapai konsensus global yang efisien, sederhana, setara, dan transparan, yang dapat meminimalisasi distorsi akibat kesenjangan antara perkembangan/transformasi teknologi dengan rezim perpajakan saat ini," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Selain itu, G20 menyambut baik G20 Roadmap to Enhance Cross-Border Payments yang disampaikan oleh Financial Stability Board (FSB) dalam rangka mendukung transaksi pembayaran yang transparan, inklusif, cepat, dan murah, termasuk transaksi remitansi.

G20 juga mendukung rekomendasi FSB atas pentingnya regulasi dan pengawasan yang konsisten dan efektif terhadap perkembangan global stablecoins di seluruh yurisdiksi serta pemantauan atas penerapannya. Hal ini terkait dengan potensi penyalahgunaan aset virtual, termasuk global stablecoins, dalam pencucian uang (money laundering) dan pendanaan teroris (terrorism financing).

Negara-negara G20 juga menyambut baik G20 2020 Financial Inclusion Action Plandengan prioritas pada pembiayaan UKM dan inklusi keuangan digital (digital financial inclusion). (OL-8)

 

Baca Juga

AFP

Partai Koalisi Pendukung Siapkan Pergantian Muhyidin

👤Faustinus Nua 🕔Senin 26 Oktober 2020, 20:20 WIB
Tan Sri Muhyiddin diketahui telah mempertimbangkan untuk mengundurkan diri pada Minggu...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Facebook, Google, dan Microsoft Mangkir Pajak Setahun

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 26 Oktober 2020, 18:38 WIB
Facebook, Google, dan Microsoft melakukan praktek penghindaran pajak global atau tax avoidance sebanyak US$2,8 miliar selama setahun di...
Mohd RASFAN / AFP

Aturan Darurat Ditolak Raja, Posisi Muhyiddin Makin Tertekan

👤Faustinus Nua 🕔Senin 26 Oktober 2020, 15:29 WIB
Penolakan Raja Al-Sultan Abdullah terlihat semakin mengikis cengkeraman Muhyiddin pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya