Jumat 16 Oktober 2020, 15:33 WIB

Terdampak Pandemi, BUMD Harus Lebih Inovatif

Hilda Julaika | Megapolitan
Terdampak Pandemi, BUMD Harus Lebih Inovatif

MI/Ramdani
Ilustrasi - Jakarta

 

KOMISI B DPRD Provinsi DKI Jakarta menilai belum semua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berkinerja baik. Masih ada sejumlah BUMD yang menjalankan roda bisnis dengan hanya mengandalkan suntikan modal dari pemerintah. Terlebih saat ini tengah pandemi dan berdampak pada dunia usaha.

Ketua Komisi B DPRD DKI, Abdul Aziz, mengatakan berdasarkan pendalaman program strategis salah satu BUMD Pemprov DKI, sejatinya belum menghasilkan pendapatan bagi kas daerah secara baik. Seperti, salah satu pengelolaan Kawasan Industri (KI) Pulogadung yang dimiliki PT. JIEP seluas 500 Hektare (Ha) hanya diperuntukkan sebagai gudang penyimpanan.

Baca juga: Kredit Baru Kuartal III 2020 Tumbuh di Seluruh Jenis

“Apalagi di saat pandemi ini gudang-gudang tersebut, lahan-lahan tersebut banyak yang kosong, kami (Komisi B) menekankan lagi bagaimana PT. JIEP ini lebih kreatif, lebih inovatif. Sehingga aset Pemda DKI seluas 500 Hektar itu bisa lebih produktif, sehingga memberikan PAD yang lebih banyak,” ujar Aziz dalam keterangan resminya, Jumat (16/10).

Menurutnya, lokasi tersebut dianggap strategis serta berpotensi menghidupkan kembali sektor bisnis kawasan industri yang sempat melesu karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sehingga menurutnya, PT. JIEP sebagai BUMD perlu melaporkan hasil kajian pengelolaan kawasan secara lebih komprehensif kepada Komisi B DPRD DKI.

“Meski mereka sudah punya (blueprint) dan sudah menjelaskan kepada kami, malah kami ingin tahu lebih dalam lagi ini seperti apa dan kapan dieksekusi harus jelas,” terangnya.

Tak kalah penting, lanjut Aziz, Komisi B juga telah meminta kepada PT. JIEP agar segera memperbaharui revaluasi aset secara total. Sebab, faktor revaluasi aset juga sangat penting dalam peningkatan nilai perusahaan hingga kebijakan relaksasi atas pajak yang dibebankan kepada para pengusaha.

“Karena pajak-pajak ini mungkin dalam waktu pandemi ini harusnya dapat relaksasi. Kami juga meminta BPBUMD agar membahas mengenai itu mengkaji apa yang harus dilakukan agar BUMD ini punya nilai lebih dibanding eksisting yang sekarang,” ungkap Aziz.

Sementara itu, Direktur Operasional PT. JIEP Beta Sri Winarto menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah berupaya menghidupkan lahan-lahan aset yang terbengkalai akibat tidak adanya aktivitas selama pandemi covid-19 untuk sejumlah hal yang lebih produktif.

“JIEP ini kan sebagai kawasan lama, jadi kami pun melihat lahan-lahan yang kosong menjadi Food Center, itu salah satunya,” terangnya.

Karena itu, PT. JIEP memastikan akan terus melihat beragam peluang agar lahan kosong di Kawasan Industri Pulogadung dapat menghasilkan kontribusi pendapatan yang lebih optimal ke kas daerah Pemprov DKI.

“Jadi untuk saat ini hingga 2021 nanti kita akan terus hidupkan budaya inovatif agar itu lebih dikembangkan, supaya ada inovasi terhadap nilai-nilai dan pendapatan usaha,” tandas Beta. (OL-6)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

'Positivity Rate' DKI Jakarta Turun Di Bawah 10%

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 26 Oktober 2020, 19:04 WIB
'Positivity rate' Jakarta berada di angka 9,6%. Angka ini dipandang baik karena selama satu bulan sebelumnya angka 'positivity...
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Puncak Arus Mudik Libur Panjang Diprediksi Mulai Besok

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 26 Oktober 2020, 18:06 WIB
Istiono mengemukakan arus mudik akan mulai dipenuhi kendaraan pada area jalan tol dan arteri dari...
MI/Reza

Depok Kembali jadi Zona Merah Penularan Covid-19

👤Kisar Rajaguguk 🕔Senin 26 Oktober 2020, 17:28 WIB
Satuan Tugas Penanganan virus korona atau covid-19 menyampaikan pekan ini Kota Depok kembali ke zona merah penularan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya