Jumat 16 Oktober 2020, 15:18 WIB

Kebut Diversifikasi Pangan, Kementan Upayakan Sinergi Multisektor

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kebut Diversifikasi Pangan, Kementan Upayakan Sinergi Multisektor

DOK KEMENTAN

 

Percepatan diversifikasi pangan dengan target menurunkan konsumsi beras dan meningkatkan konsumsi pangan lokal memerlukan langkah nyata melalui sinergi bersama multi sektoral. Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng asosiasi yang bergerak di bidang pengembangan komoditas pangan serta praktisi di bidang teknologi pangan.

Hal tersebut nampak dalam penandatangan nota kesepahaman antara Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan dengan Masyarakat Singkong Indonesia (MSI), Masyarakat Sagu Indonesia (MASSI), dan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (Patpi) tentang pengembangan industri pengolahan singkong dan sagu sebagai sumber karbohidrat non-beras, di Bogor, Kamis (15/10/2020).

Kepala BKP Agung Hendriadi mengatakan, penandatanganan ini selaras dengan penegasan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar semua pihak bersinergi dalam memperkuat gerakan diversifikasi pangan, sehingga ketahanan pangan dapat terus terjaga.

Baca Juga: Pandemi Jadi Momentum Perkuat Diversifikasi Pangan

"Saya harap kita semua mengambil peran dalam upaya diversifikasi ini, saya yakin MSI dan MASSI dapat menggerakkan. Kita akan bersinergi untuk mempercepat upaya diversifikasi pangan," tuturnya.

Komitmen ini merupakan upaya bersama dalam pengembangan industri pengolahan singkong dan sagu sebagai sumber karbohidrat non-beras. Yang meliputi pemasyarakatan, penyediaan bahan baku, penyediaan dan pemanfaatan tekhnologi, penyediaan tenaga ahli dan supervisi pembangunan industri, pengembangan pemasaran produk serta penyediaan data dan informasi.

Selain kampanye untuk mengedukasi masyarakat, Agung menyebut akan menggalakkan diversifikasi pangan dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap produk pangan lokal. "Untuk meningkatkan aksesibilitas, pertama kita lakukan peningkatan produksi. Tentunya nanti akan didukung oleh Ditjen teknis terkait," ungkapnya.

Baca Juga: Gerakan Diversifikasi Pangan Kementan Mendapat Dukungan

Hal penting yang mendapat perhatiannya adalah pengembangan UMKM. Bagaimana meningkatkan kapasitas produksi serta penjualan melalui marketplace agar memudahkan masyarakat mendapatkan pangan lokal.

"Kita bina UMKM pangan lokal, bagaimana membranding produk serta packaging pangan lokal dan manfaatkan KUR untuk pengembangan usaha" ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua MSI Arifin Lambaga menyatakan kesiapannya dalam mendukung upaya diversifikasi pangan ini, dengan melakukan pendampingan kepada petani agar produktivitasnya meningkat.

"Saat ini produksi 25-30 ton per hektare. Kita rencanakan peningkatan produksi hingga 40-50 ton per hektare. Angka ini sebetulnya sudah dicapai di beberapa wilayah. Namun kita akan terus tingkatkan," ungkapnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

Ist

InvestASIK, Solusi Asik Kemudahan Berinvestasi

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 26 Oktober 2020, 19:13 WIB
Hasil dari investasi dapat digunakan untuk dana darurat, biaya pendidikan anak, traveling, dana pensiun, dan sebagainya di masa...
Dok. Pribadi

HSB Trader Raih Penghargaan Best New Mobile Trading Platform

👤Media Indonesia.com 🕔Senin 26 Oktober 2020, 18:55 WIB
Aplikasi HSB dapat diunduh di App Store atau Google...
ANTARA FOTO/Maulana Surya

Airnav: Main Layangan di Area Bandara Bakal Kena denda Rp1 M

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 26 Oktober 2020, 16:37 WIB
Layang-layang yang diterbangkan di sekitar area bandara dapat membahayakan pesawat udara yang lepas landas dan mendarat di bandara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya