Jumat 16 Oktober 2020, 12:05 WIB

Trump dan Biden Berselisih soal Respons Covid-19

Nur Aivanni | Internasional
Trump dan Biden Berselisih soal Respons Covid-19

AFP/JIM WATSON and SAUL LOEB
Foto kombinasi kandidat Presiden AS Joe Biden (kiri) dan Donald Trump.

 

KANDIDAT Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden, Kamis (15/10) waktu setempat, mengkritik Presiden Donald Trump terkait responsnya dalam menangani pandemi covid-19. Sementara, Trump membela apa yang telah dilakukannya dalam menangani pandemi yang telah menewaskan lebih dari 216 ribu warga AS.

Biden berbicara di debat town halls yang disiarkan saluran televisi yang berbeda dengan Trump. Itu dilakukan setelah debat capres yang semula dijadwalkan pada Kamis (15/10) tersebut dibatalkan.

Saat berbicara kepada pemilih di Philadelphia di stasiun televisi ABC, Biden menyalahkan Trump karena menyembunyikan betapa mematikannya virus yang telah menewaskan lebih dari 216.000 orang di AS.

Baca juga: Kandidat Vaksin Covid-19 dari Tiongkok Tunjukkan Hasil Menjanjikan

"Dia (Trump) mengatakan dia tidak memberi tahu siapa pun karena dia takut orang Amerika akan panik," kata Biden. "Orang Amerika tidak panik. Dia panik."

Sementara itu, Trump membela responsnya terhadap pandemi serta perilaku pribadinya, termasuk menggelar acara di Rose Garden, Gedung Putih, dengan hanya sedikit orang yang mengenakan masker atau menjaga jarak sosial.

"Hei, saya presiden - saya harus bertemu orang. Saya tidak bisa berada di ruang bawah tanah," kilah Trump di saluran televisi NBC di depan para pemilih di Miami.

Dalam kesempatan tersebut, Trump tidak menjawab pertanyaan tentang terakhir kali dia dites negatif sebelum terkena covid-19, dengan mengatakan dia tidak ingat persis.

Presiden juga menolak mengecam QAnon dan menghindari pertanyaan tentang penyelidikan New York Times selama dua dekade atas pengembalian pajaknya, yang telah dia tolak untuk dirilis ke publik.

Untuk diketahui, debat capres kedua awalnya dijadwalkan pada Kamis (15/10), tetapi Trump menarik diri dari acara tersebut setelah penyelenggara memutuskan mengubahnya ke dalam format virtual setelah presiden AS itu didiagnosa positif covid-19, dua minggu lalu.

Debat terakhir masih dijadwalkan pada 22 Oktober di Nashville, Tennessee.

Sekitar 18,3 juta warga AS telah memberikan suara baik secara langsung atau melalui surat, mewakili 12,9% dari total suara yang dihitung dalam pemilihan umum 2016, menurut Proyek Pemilu AS di University of Florida.

Para pemilih berusaha menghindari antrean langsung pada hari pemilihan untuk tetap aman dari infeksi covid-19, tetapi juga memastikan surat suara mereka akan dihitung. (CNA/OL-1)

Baca Juga

AFP/Wang Zhao

Sempat Ditolak Bolsonaro, Brasil Setujui Impor Vaksin Sinovac

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 13:20 WIB
Regulator kesehatan Brasil Anvisa mengatakan Butantan Institute bisa mengimpor 6 juta dosis vaksin CoronaVac yang dikembangkan oleh...
AFP/Angela Weiss

Jika Terpilih, Biden Janjikan Vaksin Covid-19 Gratis di AS

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 11:15 WIB
Begitu kami memiliki vaksin yang aman dan efektif, itu harus gratis untuk semua orang, baik Anda yang memiliki asuransi atau...
Dok Ist

Mengenal Dokumen Abu Dhabi dalam Pertemuan JK-Paus Fransiskus

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 10:13 WIB
Dokumen Abu Dhabi ini disebutkan menjadi peta jalan yang sungguh berharga untuk membangun perdamaian dan menciptakan hidup harmonis di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya