Jumat 16 Oktober 2020, 11:58 WIB

Jaktim Butuh 30 Drainase Vertikal agar Bebas Genangan di Jalan

Basuki Eka Purnama | Megapolitan
Jaktim Butuh 30 Drainase Vertikal agar Bebas Genangan di Jalan

MI/ANDRI WIDIYANTO
Sejumlah kendaraan menerjang banjir yang menggenangi Jalan Kayu Putih Raya, Pulomas, Jakarta Timur.

 

PEMERINTAH Jakarta Timur membutuhkan sedikitnya 30 drainase vertikal untuk membebaskan Jalan DI Panjaitan dan MT Haryono dari genangan saat hujan.

"Kita harapkan jika 30 drainase vertikal ini sudah selesai semua dan golnya sepanjang Jalan DI Panjaitan-MT Haryono terbebas dari genangan ataupun banjir," kata Asisten Ekonomi Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur, Kusmanto, Jumat (16/10).

Pembuatan drainase vertikal atau sumur resapan itu akan melibatkan 30 pengelola gedung perkantoran di sepanjang kawasan yang dirancang demi
mengantisipasi genangan air.

"Jadi, ada 30 gedung yang ditargetkan memiliki drainase vertikal," ujar Kusmanto.

Baca juga: Antisipasi Longsor Susulan, Petugas Pasang Cerucuk

Setiap pengelola gedung wajib membuat minimal satu drainase vertikal tergantung luas lahan yang mereka miliki.

"Jika lahannya luas, dapat membuat lebih satu drainase vertikal," katanya.

Pemkot Jaktim telah membuat drainase vertikal percontohan di depan Kantor Kecamatan Jatinegara dan telah diuji coba.

"Saat uji coba, sumur resapan tersebut mampu meresapkan debit 10 kubik air selama 33 menit," katanya.

Kusmanto kembali menjelaskan, sumur resapan tersebut memiliki diameter 1 meter dan kedalaman pipa yang tertanam 20 meter.

Satpol PP Jakarta Timur telah mengagendakan pengawasan drainase vertikal di delapan perusahaan setiap hari.

"Kita targetkan delapan perusahaan sehari akan kita cek," kata Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian.

Pada pengawasan yang berlangsung, Kamis (15/10), ditemukan satu dari delapan drainase vertikal tidak berfungsi optimal sebab teknis pembuatan
yang asal-asalan.

"Dari delapan gedung, ada indikasi satu gedung yang memang sumur resapannya kurang memenuhi syarat," kata Budhy.

Sebagai tindak lanjut, Satpol PP pun membuat berita acara pemeriksaan (BAP) serta teguran secara tertulis.

"Kita tindak lanjuti surat pernyataan pemiliki gedung untuk memenuhi ketentuan menyelesaikan sumur resapan paling lambat sepekan ke
depan," ujarnya.

Dia berharap dengan tindakan tersebut setiap pengelola gedung serius untuk membuat sumur resapan. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Antara/Aprilio Akbar

Pemotor yang Berteduh di Bawah Jembatan Layang Akan Dipidana

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:35 WIB
Hal itu terlihat dengan adanya rambu dilarang berhenti yang terpasang di pinggir...
MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Polisi Cek CCTV Cari Pelaku Begal Perwira Marinir saat Bersepeda

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:28 WIB
"Kita identifikasi diduga ada 2 motor dari CCTV, tapi masih kita dalami dari dua motor itu, karena arahnya sama," kata...
Antara

Pemprov DKI Klaim Siap Antisipasi Banjir

👤Anis Putri Yuliani 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 22:50 WIB
"Prinsipnya Pemprov DKI Jakarta akan terus mengupayakan, memastikan tidak ada warga yang terdampak genangan lagi," pungkas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya