Jumat 16 Oktober 2020, 10:40 WIB

Penanganan Banjir Jakarta Mandek, PSI Kritik Anies

Hilda Julaika | Megapolitan
Penanganan Banjir Jakarta Mandek, PSI Kritik Anies

ANTARA/Aprillio Akbar
Petugas Dinas Sumber Daya Air menggunakan alat berat untuk mengeruk sampah bercampur lumpur di aliran Banjir Kanal Barat, Jakarta.

 

KETUA Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad mengkritik Gubernur Anies Baswedan dalam menangani banjir. Ia menilai sejumlah perencanaan penanggulangan banjir yang utama dalam jangka menengah dan panjang mandek.

“Kami melihat perencanan penanggulangan banjir yang dilakukan Anies bukan penanganan jangka panjang. Karena penanganan yang dilakukan sifatnya reaktif. Seperti program grebek lumpur dan pembersihan saluran. Padahal, seharusnya, penanggulangan dengan meningkatkan fungsi dari saluran-saluran. Itu kuncinya di normalisasi atau naturalisasi,” kata Idris dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (16/10).

Sebut saja program normalisasi yang sudah mandek selama 3 tahun. Program normalisasi sungai ini direncanakan dilakukan sepanjang 33 km sejak 2017. Namun, hingga kini, baru dilakukan sepanjang 16 km.

Baca juga: Inspeksi Seluruh Bangunan Liar di Bantaran Kali

“Akan tetapi, sejak 2018 hingga 2020, tidak ada lagi kegiatan normalisasi sungai,” kritiknya.

Pada tahun ini, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan pembebasan lahan saluran air sepanjang 8,2 km. Meski demikian, hingga kini, belum ada kejelasan pada 2021 sudah ada alokasi anggaran normalisasi sungai pada lahan 8,2 km tersebut.

Selain itu, Anies sempat menjanjikan adanya naturalisasi sungai saat kampanye Pilkada yang dilakukannya. Gagasan naturalisasi sungai itu diterapkan dengan mengganti dinding sungai dari beton menjadi kawasan hijau untuk melindungi ekosistem.

Namun, hal yang bertolak belakang justru terjadi pada 26 September lalu melalui akun Instagram Anies diperlihatkan hasil naturalisasi sungai. Tepatnya di Kanal Banjir Barat (KBB) segmen Sudirman-Karet. Proyek tersebut justru memperlihatkan pengerasan beton untuk tempat nongkrong dan spot selfie.

“Sama sekali tidak ditemukan aspek pencegahan banjir dan perlindungan ekosistem di situ. Oleh karena itu, bisa dikatakan progress naturalisasi sungai masih 0%,” celetuknya.

“Ini ada pekerjaan rumah yang harusnya diselesaikan secara fundamental yakni melanjutkan program normalisasi. Kami menuntut Pak Anies segera realisasi program pencegahan banjir dalam jangka menengah dan panjanng,” tandasnya. (OL-1)

Baca Juga

DOK MI/PIUS ERLANGGA

Warga Kepulauan Wisata Menanti Asa

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 04:15 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta optimistis pembangunan Pelabuhan Kali Adem nantinya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di Kepulauan...
MI/RAMDANI

Sampah Laut Menurunkan Minat Wisatawan

👤Faj/J-2 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 04:00 WIB
Wilayah dengan luas 4.745 kilometer persegi dan 110 pulau itu menjadi andalan dengan perpaduan pasir putih dan laut yang...
123rf.com

Pesinetron RR yang Ditangkap Polisi Positif Konsumsi Sabu

👤Antara 🕔Senin 19 Oktober 2020, 22:29 WIB
RR diringkus petugas pada 15 Oktober 2020 sekitar pukul 18.30 WIB dan saat digeledah polisi menemukan barang sabu seberat 0,4 gram beserta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya