Jumat 16 Oktober 2020, 10:19 WIB

Kandidat Vaksin Covid-19 dari Tiongkok Tunjukkan Hasil Menjanjikan

Nur Aivanni | Internasional
Kandidat Vaksin Covid-19 dari Tiongkok Tunjukkan Hasil Menjanjikan

Dok Xinhua
Vaksin covid-19 asal Tiongkok

 

PARA peneliti mengatakan salah satu kandidat vaksin covid-19 di Tiongkok terbukti aman dan memicu respons imun dalam tes gabungan tahap awal dan menengah pada manusia.

Vaksin potensial yang dijuluki BBIBP-CorV itu sedang dikembangkan Beijing Institute of Biological Products, anak perusahaan China National Biotec Group (CNBG).

Vaksin potensial tersebut telah disetujui untuk program inokulasi darurat di Tiongkok yang menargetkan pekerja esensial dan kelompok terbatas lainnya, orang yang menghadapi risiko infeksi yang tinggi.

Baca juga: Menkes Sebut Situasi Covid-19 di Swiss Makin Mengkhawatirkan

Namun, apakah suntikan itu bisa dengan aman melindungi orang dari penyakit covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia? Itu hanya akan menjadi jelas ketika uji coba Fase III terakhir, yang sedang berlangsung di luar Tiongkok, selesai.

BBIBP-CorV adalah salah satu dari setidaknya 10 proyek vaksin covid-19 secara global yang telah memasuki uji coba Fase III, empat di antaranya dipimpin para ilmuwan Tiongkok, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Vaksin potensial tersebut tidak menyebabkan efek samping yang parah, sementara reaksi yang merugikan ringan atau sedang yang umum terjadi, termasuk demam dan nyeri di tempat suntikan, menurut sebuah makalah yang diterbitkan pada Kamis (15/10)di jurnal medis Lancet.

Hasilnya berasal dari gabungan uji coba Fase I dan Fase II yang melibatkan lebih dari 600 orang dewasa sehat yang dilakukan antara 29 April dan 30 Juli.

Dua suntikan BBIBP-CorV pada tiga dosis berbeda menghasilkan antibodi di semua penerima dari setiap kelompok, termasuk peserta yang lebih tua, meskipun data tidak membuktikan bahwa vaksin itu manjur, kata para peneliti di anak perusahaan CNBG, otoritas pengendalian penyakit Tiongkok dan lembaga penelitian lainnya dalam makalah tersebut.

Selain itu, menurut hasil studi, tingkat antibodi pada penerima yang berusia 60 tahun ke atas lebih rendah dan membutuhkan waktu lebih lama untuk meningkat secara signifikan dibandingkan dengan peserta yang lebih muda. (CNA/OL-1)

Baca Juga

AFP/Wang Zhao

Sempat Ditolak Bolsonaro, Brasil Setujui Impor Vaksin Sinovac

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 13:20 WIB
Regulator kesehatan Brasil Anvisa mengatakan Butantan Institute bisa mengimpor 6 juta dosis vaksin CoronaVac yang dikembangkan oleh...
AFP/Angela Weiss

Jika Terpilih, Biden Janjikan Vaksin Covid-19 Gratis di AS

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 11:15 WIB
Begitu kami memiliki vaksin yang aman dan efektif, itu harus gratis untuk semua orang, baik Anda yang memiliki asuransi atau...
Dok Ist

Mengenal Dokumen Abu Dhabi dalam Pertemuan JK-Paus Fransiskus

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 10:13 WIB
Dokumen Abu Dhabi ini disebutkan menjadi peta jalan yang sungguh berharga untuk membangun perdamaian dan menciptakan hidup harmonis di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya