Jumat 16 Oktober 2020, 08:43 WIB

24 Ribu Siswa Miskin di NTT Terima Dana PIP Aspirasi DPR RI

Gabriel Langga | Nusantara
24 Ribu Siswa Miskin di NTT Terima Dana PIP Aspirasi DPR RI

MI/Gabriel Langga
Para kepala sekolah SD, SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur mewakili orangtua menerima dana PIP.

 

SEBANYAK 24 ribu siswa miskin mulai dari SD, SMP, dan SMA/SMK yang berada di daerah pemilihan (Dapil) NTT I meliputi Flores, Lembata, dan Alor menerima bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Dana itu diberikan melalui jalur aspirasi Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (AHP). Setiap siswa miskin dari SD akan mendapatkan bantuan sebesar Rp450 ribu, siswa SMP Rp750 ribu, dan siswa SMA/SMK Rp 1 juta.

Andreas mengatakan ada dua jalur penyaluran dana PIP yakni jalur aspirasi dan jalur dapodik dengan tujuan membantu anak-anak agar tidak terhambat dalam proses belajar demi dan bisa melanjutkan sekolah.

Baca juga: Hari Kedua Pembagian BST di Pematangsiantar, Prokes Tetap Dipatuhi

Untuk itu, ada 24 ribu PIP yang dibagikan di dapil NTT I. Itu merupakan dari jalur aspirasi anggota DPR RI.

"Sebanyak 24 ribu PIP ini jalur aspirasi saya. Tetapi jumlahnya terbatas. Tapi, setidaknya kita bisa membantu paling tidak bisa memberikan jalan keluar untuk kebutuhan anak-anak seperti seragam sekolah dan buku tulis dan lain-lainnya," ujar Andreas, Jumat (16/10), saat ditemui mediaindonesia.com di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Menurut Andreas, PIP merupakan salah satu program unggulan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo sejak 2014 yang diperuntukkan bagi siswa-siswa kurang mampu.

Politisi PDI Perjuangan itu berharap PIP dapat membantu dan menyokong anak-anak penerima bantuan untuk menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan daerah.

Dia mengingatkan untuk tidak melihat besaran jumlahnya, tapi sebaliknya bagaimana pemerintahan sekarang memberikan kepedulian kepada
anak-anak sekolah yang layak mendapatkan PIP.

Selain PIP, kata dia, saat ini, pemerintah Jokowi juga menyediakan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Program ini untuk memperluas akses bagi lulusan SMA, SMK, atau sederajat dari keluarga kurang mampu, agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Total anggaran untuk program KIP Kuliah pada 2020 sebesar Rp2,64 triliun.

"Dana KIP kuliah ini disediakan untuk membantu para mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi namun memiliki kemampuan akademik baik. Untuk tahun ini, lewat jalur aspirasi, saya dapat kuota KIP kuliah 500 orang," pungkas Andreas. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Wisatawan ke Cianjur Harus Jalani Rapid Test

👤Benny Bastiandy/Budi Kansil 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:05 WIB
WISATAWAN yang hendak berlibur di kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjalani tes cepat (rapid test) di check point Seger...
MI/Heri Susetyo

Maulid Nabi Pemicu Semangat Mengabdi Negara dan Layani Masyarakat

👤Heri Susetyo 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:52 WIB
KH Ali Mas’ud mengingatkan kepada yang hadir untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah SWT. Sebab banyak nikmat yang telah...
MI/Akhmad Safuan

Pendaki Dilarang Terlalu Dekat dengan Kawah Gunung Slamet

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:50 WIB
Demikian juga pendakian Gunung Ungaran yang sebelumnya ditutup karena kebakaran, pada liburan panjang ini kembali...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya