Jumat 16 Oktober 2020, 03:25 WIB

Kesadaran Protokol Kesehatan Naik Pelanggar Kampanye Pilkada Turun

Cahya Mylyana | Politik dan Hukum
Kesadaran Protokol Kesehatan Naik Pelanggar Kampanye Pilkada Turun

Dok. MI/ROMMY PUJIANTO
Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini.

 

PELANGGARAN selama 10 hari kedua tahapan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 menurun.

Hal itu disebabkan perhatian tinggi dari media massa ataupun kritik masyarakat terhadap pasangan calon yang mengabaikan protokol kesehatan selama kampanye di berbagai daerah.

“Kesadaran para calon dan tim kampanye mereka terkait kepatuhan pada protokol kesehatan mulai menunjukkan perbaikan. Termasuk koordinasi dalam penegakan hukum antarpihak yang berwenang juga mulai menguat,” kata Ketua Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini kepada Media Indonesia di Jakarta, kemarin.

Titi mengatakan suara kritis publik dan pengawasan intensif dari media massa terhadap kepatuhan calon terhadap penerapan protokol kesehatan membuat para calon harus berbenah diri. Titi melihat adanya perbaikan perilaku calon terkait dengan disiplin terhadap protokol kesehatan yang terus meningkat. Hal ini juga tecermin dari minimnya kabar pelanggaran yang dilakukan pasangan calon ataupun tim kampanye.

Di sisi lain, lanjut Titi, kondusivitas tersebut menyimpan persoalan baru, yakni penjangkauan terhadap pemilih oleh para calon masih sangat terbatas. Termasuk juga belum terjadi interaksi ataupun diskursus program yang cukup kuat antara calon dan pemilih.

“Kampanye belum secara substansial membahas gagasan dan visi-misi calon terkait dengan arah pembangunan daerah ataupun strategi penanganan covid-19. Itu yang seharusnya ditawarkan para calon untuk mengatasi situasi krisis akibat pandemi yang sekarang sedang kita hadapi,” papar Titi.

Dia pun mengingatkan pengawas dan penegak hukum di lapangan tidak boleh lengah di tengah kondusivitas masa kampanye. Biasanya semakin mendekati masa tenang dan hari pemungutan suara, kompetisi akan semakin sengit dan cenderung panas.

“Biasanya potensi pelanggaran meningkat. Oleh karena itu, strategi pengawasan harus diefektifkan dan mengajak masyarakat untuk terus terlibat dalam melakukan pengawasan terhadap calon dan timnya untuk patuh pada aturan main dan protokol kesehatan,” tandas Titi. (Cah/X-3)

Baca Juga

MI/Susanto

Siti Fadillah Bebas, KPK : Semoga Jadi Pelajaran Pejabat Lain

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 18:18 WIB
Ia mengatakan, kasus Siti Fadillah Supari harus menjadi perhatian dan pelajaran pejabat negara yang masih aktif dan berwenang menggunakan...
Antara/Abriawan Abhe

Mahfud MD: Protes Penyataan Presiden Macron Harus Tertib

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 17:08 WIB
"Pemerintah menyerukan bahwa setiap upaya mengekspresikan atau menyatakan pendapat terkait dengan apa yang dinyatakan oleh Presiden...
Antara

Megawati Cuek Dicibir soal Milenial Rendah Kontribusi

👤 Cahya Mulyana 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 17:05 WIB
KETUA Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menanggapi dengan santai soal kontroversi dari ucapannya mengenai kontribusi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya