Jumat 16 Oktober 2020, 04:20 WIB

Memantik Bara Gaya Erwin Aksa

LINA HERLINA | Nusantara
Memantik Bara Gaya Erwin Aksa

MI/LINA HERLINA
Kuasa hukum pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar nomor urut 1 Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Fatmawati Rusdi (Adama’)

 

SEPERTI Pilkada 2018, Makassar kembali memanas. Ada empat pasangan yang bersaing. Namun, hawa persaingan ada di dua kubu, yakni pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando dan Mohammad Ramdhan Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi.

Dua tahun lalu, Danny terlempar dari persaingan karena keputusan Mahkamah Agung. Munafri, yang didukung trah keluarga pengusaha kenamaan di Sulawesi Selatan, maju sebagai calon tunggal, tapi terpelanting melawan kotak kosong.

Kini, calon api mulai ditiupkan Erwin Aksa, pengusaha nasional, keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Di Jakarta, Minggu (11/10), Ketua Tim Pemenangan Munafri-Abdul
Rahman itu melontarkan kritik untuk Danny Pomanto.

“Danny gagal memimpin Makassar. Dia banyak janji, tapi tidak terlaksana. Danny tidak mengerti perencanaan bahkan eksekusinya,” tutur Erwin.

Kemarin, tidak mau berbalas pantun, kuasa hukum Danny-Fatmawati, Ilham Harjuna, melapor ke Badan Pengawas Pemilu Sulawesi Selatan. “Erwin sudah melakukan kampanye hitam.

Pernyataannya merugikan karena melakukan pencemaran nama baik Danny Pomanto,” tandasnya.

Sebelumnya, Ilham juga sudah datang ke Polda Sulawesi Selatan untuk melaporkan hal yang sama. Sebelumnya, kuasa hukum Munafri-Rahman juga melaporkan Danny-Fatmawati
ke Bawaslu Kota Makassar.

Tudingannya, lawan melakukan politik uang dengan membagikan beras kepada warga.

Transparansi Gibran

Di Surakarta, Jawa Tengah, calon wali kota Gibran Rakabuming Raka kembali menyatakan tekadnya untuk membangun kota lebih baik selama 5 tahun ke depan.

Pembangunan di Kota Solo ke depan, tuturnya, akan semakin seksi. “Namun, yang tetap jadi nomor satu dalam pekerjaan proyek ialah kualitas dan lelang yang transparan,”
tegas putra sulung Presiden Joko Widodo itu.

Gibran menjanjikan pembangunan infrastruktur akan meningkat secara pararel dengan program pariwista.

“Pariwisata kita genjot, otomatis infrastruktur juga.” Kemarin, di Blora, Jawa Tengah, Komisi Pemilihan Umum Daerah mengumumkan daftar kekayaan tiga pasangan calon yang akan
bersaing.

Di antara ketiganya, Umi Kalsum, calon bupati, tercatat sebagai yang terkaya. Pengusaha yang didukung NasDem, PPP, dan Gerindra itu memiliki kekayaan Rp13,5 miliar.

Pasangannya, Agus Sugiyanto, juga menjadi calon wakil bupati terkaya, dengan isi koceknya mencapai Rp15,5 miliar.

“Dengan transparansi harta kekayaan ini diharapkan calon yang terpilih nanti tidak korupsi,” tutur Ketua KPUD M Khamdun.

Di tengah masa kampanye, persoalan juga membelit penyelenggara pemilu di sejumlah daerah. Di Bantul, Ketua Bawaslu Herlina mengaku kesulitan mencari petugas pengawas tempat pemungutan suara.

Sementara itu, di Sumenep, Jawa Timur, KPUD terpaksa memperpanjang masa pendaftaran anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di delapan kecamatan yang sepi peminat.

“Kami kekurangan 1.237 orang,” kata anggota KPUD Rafi qi Tanzil. (WJ/AS/AT/MG/DW/BB/UL/BK/YP/MY/N-2)

Baca Juga

Medcom/Amaluddin

Khofifah Dorong Upaya Peningkatan SDM Muslimat NU

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 18:08 WIB
Muslimat NU yang selalu menggaungkan toleransi, keseimbangan, dan keadilan tersebut, dinilai perlu melakukan revitalisasi yang mencakup...
dok.mi

Pasien Sembuh Covid-19 di NTT Tambah 33 Orang, Kasus Baru Nihil

👤Palce Amalo 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:30 WIB
PASIEN sembuh dari covid-19 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah 33 orang, Kamis (29/10). Sebaliknya, tidak ada tambahan kasus...
Antara

Hasil Panen Bawang Merosot Harganya Jadi Meroket

👤John Lewar 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:20 WIB
TURUNNYA hasil panen produksi petani bawang merah, putih dan bawang Bombai di beberapa daerah yang menjadi kantong produksi, menyebabkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya