Jumat 16 Oktober 2020, 03:57 WIB

Menkeu Soroti Omnibus Law dalam Pemulihan Ekonomi

mediaindonesia.com | Ekonomi
Menkeu Soroti Omnibus Law dalam Pemulihan Ekonomi

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Menteri Keuangan Sri Mulyani

 

PEMULIHAN ekonomi sebagai dampak dari pandemi covid-19 tidak hanya mengandalkan kebijakan fiskal dan moneter, tetapi semua instrumen, termasuk juga Omnibus Law.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menjadi panelis di salah satu stasiun televisi swasta secara virtual.

"Dalam masa krisis ini, Presiden dan DPR setuju memiliki Omnibus Law yang akan memperbaiki iklim investasi di Indonesia guna menciptakan lapangan kerja," kata Sri Mulyani.

Dengan begitu, lanjut dia, pemerintah akan mempermudah masa transisi dari dukungan defisit fiskal dan kebijakan moneter menjadi transformasi struktural yang diharapkan berkontribusi bagi pertumbuhan.

Tak hanya itu, menurut Menkeu, dukungan komunitas internasional juga dibutuhkan dalam pemulihan ekonomi untuk mendukung khususnya negara miskin agar mereka tidak hanya bertahan dari krisis tapi juga bisa pulih.

"Bagi kami, dukungan berkelanjutan oleh komunitas internasional tidak hanya dalam pemulihan, tapi juga akses vaksin akan sangat kritikal," ungkapnya.

Baca juga: Ini Fokus Bank Dunia dalam Pemulihan Ekonomi Pascapandemi

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga menyatakan untuk pulih dari dampak pandemi, ia juga mendorong restorasi perdagangan dan aliran modal khususnya investasi asing langsung (FDI) yang lebih penting dibandingkan aliran modal jangka pendek.

Perempuan yang karib disapa Mbak Ani ini menambahkan, dalam mendesain pemulihan ekonomi juga tidak hanya bicara pertumbuhan namun harus melihat dari sisi gender khususnya peran wanita harus mendapat dukungan.

"Kebanyakan jaring pengaman sosial dan dukungan UMKM, mereka akan membantu wanita. Jangan lupa covid-19 kebanyakan memberi dampak kepada wanita, banyak tenaga kesehatan juga wanita," tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, desain pemulihan ekonomi juga harus berkaitan dengan perubahan iklim agar bisa bertumbuh mengurangi karbon melalui pemberian stimulus fiskal atau insentif.

"Menyediakan yang lebih terbarukan dan proyek lebih hijau. Ini salah satu yang sekarang Indonesia lakukan. Jadi kami menggunakan krisis ini dalam hal untuk mentransformasi ekonomi, saya harap negara lain mengambil langkah yang sama," tukasnya.

Selain Sri Mulyani, dalam sesi interaktif yang dipandu pembawa acara Geoff Cutmore dan disiarkan dari London, Inggris itu juga menghadirkan tiga panelis lain di antaranya Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva. Lalu Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde dan Kepala Gavi, Aliansi Vaksin yang juga mantan Menteri Keuangan Nigeria, Ngozi Okonjo Iweala.(Ant/OL-5)

Baca Juga

ANTARA/Muhammad Iqbal

Rekor, Penumpang Pesawat di 19 Bandara Capai 110 Ribu

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 18:10 WIB
Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang pada Kamis (28/10) mencapai 64.021 orang dengan 644...
Antara/FB Anggoro

PLN Tawarkan Suplai Listrik di WK Rokan, Pertamina Sambut Baik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:09 WIB
Saat ini, Pertamina tengah menunggu proposal lanjutan dari PLN. Setelah diambil alih Pertamina dari CPI, Wilayah Kerja Rokan diharapkan...
Antara

Kemenperin Akselerasi Pemerataan Pembangunan Industri Nasional

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:39 WIB
Pembangunan industri tidak hanya dilakukan melalui pendekatan sektoral yang diwujudkan melalui penguatan struktur industri dan berdaya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya