Jumat 16 Oktober 2020, 03:40 WIB

Nicholas Saputra Bersuara lewat Film Dokumenter

Bagus Pradana | Humaniora
Nicholas Saputra Bersuara lewat Film Dokumenter

MI/Sumaryanto Bronto
Aktor Nicholas Saputra

 

SELAIN dikenal sebagai aktor, Nicholas Saputra, 36, juga dikenal sebagai seorang aktivis lingkungan hidup yang memiliki sejumlah proyek lingkungan di berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu proyek lingkungan hidup dari Nicholas Saputra yang sempat viral ialah film dokumenter Semesta yang ia produseri tahun lalu. “Gue berharap film tersebut dapat menjadi jembatan agar pesan-pesan tentang lingkungan hidup juga dapat sampai kepada kalangan milenial,” kata Nicho dalam obrolan daring via Instagram yang diselenggarakan oleh akun @thewatchco, pekan lalu.

Nicho mengaku bahwa ide film tersebut telah lama ia pikirkan hingga akhirnya tercetuslah sebuah ide untuk mengangkat alam Indonesia dari tiga sudut pandang yang kemudian dituangkan dalam film Semesta.

“Sebenarnya ide ini sudah cukup lama, misalnya waktu ke Aceh tahun 2005, gue dapat cerita tentang ulama-ulama di Aceh diajak ngobrol untuk mungkin enggak di dalam khotbahnya sedikit berbicara tentang lingkungan hidup, ada enggak sih ayatnya, dan ada ternyata. Waktu itu cukup berhasil rupanya, bagaimana dalam pengajian-pengajian itu pesanpesan untuk menjaga lingkungan itu tersampaikan, jadi udah lama ide itu,” ujar aktor yang juga pehobi fotografi tersebut.

“Waktu itu risetnya berlanjut ke beberapa agama yang menjadi mayoritas di Indonesia, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan juga kepercayaan yang lain. Kami ingin mencoba memotret variasinya dan juga kekayaannya di sana,” lanjutnya.

Walaupun rencana pemutaran film Semesta di bioskop sempat terkendala akibat pandemi covid-19, Nicho mengaku cukup senang lantaran berhasil membawa film tersebut ke bioskop meski waktunya sangat mepet.

“Waktu itu kita mikirnya ingin buat film dokumenter yang inklusif yang bisa ditonton oleh banyak orang, karena ini adalah pesan yang menurut kita penting. Jadi, lega sudah bisa keluar di bioskop persis sebelum pandemi dan sekarang bisa ditonton di Netflix,” tambahnya.

Nicho percaya film dokumenter dapat menjadi investasi jangka panjang yang paling tepat untuk pendidikan, seperti pengalaman yang pernah ia alami ketika menghabiskan waktu dengan menonton film-film dokumenter saat masih kecil.


TVRI

Nicho mengaku bahwa ketertarikannya pada lingkungan ia dapatkan dari kebiasaan waktu kecil yang gemar menonton tayangan dokumenter di TVRI. Selain itu, ia mengatakan sering diajak oleh kakeknya untuk merawat tanaman dan binatang.

“Awalnya sekali itu ketertarikan gue terhadap lingkungan hidup gitu ya, dimulai dari zaman kecil dulu di TVRI ada program yang namanya Flora dan Fauna. Jadi itu setengah dipaksa deh nonton itu. Waktu itu kakek gue itu pecinta binatang dan suka tanam tanaman, istilahnya tangannya dingin lah, dia sangat passionate sama hobinya itu,” jelas peraih Piala Citra 2005 kategori pemeran utama pria terbaik.

Nicholas juga menceritakan pengalamannya bersinggungan langsung dengan isu lingkungan hidup saat membantu pemulihan pascatsunami di Aceh. Ia menambahkan, hobi traveling membawanya mengunjungi banyak tempat yang masih terjaga keindahannya. 

“Gue lihat fragile juga nih kalau enggak kita jaga, makanya gue tertarik ke isu itu karena ini menyangkut tidak hanya alamnya sendiri, tapi juga manusia di sekitarnya,” lanjut pemeran Rangga dalam Ada Apa dengan Cinta tersebut. (H-3)


 

Baca Juga

Ist

40 Mahasiswa Raih Penuh Program Beasiswa 8 Miliar Algoritma 2020

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 17:16 WIB
Program beasiswa pada tahun ini diberikan kepada 40 penerima beasiswa penuh serta 120 penerima beasiswa parsial yang memiliki background...
MI

Program Stunting Terancam Minim Hasil karena Ego Sektoral

👤Emir Chaerullah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 17:00 WIB
ANGGARAN program pencegahan stunting Rp27,5 triliun yang tersebar di 23 kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terancam minim hasil...
ANTARA/Syaiful Arif

Pondok Pesantren Institusi Teladan Perangi Covid-19

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 16:01 WIB
Tradisi kedisiplinan para santri serta keteladanan dan sikap kehati-hatian kiai serta pengasuh pesantren menjadi modal utama dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya