Jumat 16 Oktober 2020, 00:30 WIB

Polisi Thailand Bubarkan Pengunjuk Rasa

Polisi Thailand Bubarkan Pengunjuk Rasa

AFP
Para pengunjuk rasa prodemokrasi melakukan penghormatan tiga jari selama unjuk rasa di persimpangan lalu lintas di Bangkok

 

POLISI antihuru-hara Thailand, kemarin, membubarkan ribuan pengunjuk rasa yang berkumpul di luar kantor perdana menteri. 

Warga melakukan aksi tersebut untuk menentang keputusan darurat pemerintah yang melarang pertemuan besar dan publikasi berita yang dapat menimbulkan ketakutan. Serangkaian demonstrasi selama tiga bulan terakhir telah membawa puluhan ribu orang ke jalanan di Bangkok untuk menuntut mundur Perdana Menteri Prayut Chan-ocha, mantan pemimpin pemerintahan militer, dan meminta adanya konstitusi baru.

Mereka juga telah melanggar kebiasaan yang sudah lama ada dengan menyerukan reformasi pada monarki yang kuat dari Raja Maha Vajiralongkorn. Dalam aksi mereka, yang juga menjadi salah satu alasan pemerintah mengeluarkan tindakan darurat, demonstran menghalangi iring-iringan mobil kerajaan.

Tak lama setelah keputusan darurat diberlakukan, pengunjuk rasa berkemah di luar gedung pemerintah. Ribuan orang yang memprotes di sana, pada Rabu malam telah pergi. Beberapa pengunjuk rasa mencoba melawan polisi antihuru-hara dengan barikade tong sampah darurat, tetapi mereka dengan sigap didorong mundur. 

Menjelang fajar, ratusan polisi menduduki jalanan terdekat dan pekerja kota mulai membersihkan. Setidaknya tiga dari pemimpin demonstrasi telah ditangkap, kata Pengacara Hak Asasi Manusia Thailand.

Polisi tidak segera memberi komentar. Sementara itu, pemerintah mengatakan pihaknya bertindak dalam menghadapi meningkatnya
kekacauan dan setelah terhalangnya iring-iringan mobil kerajaan. "Sangatlah penting untuk memperkenalkan tindakan mendesak untuk mengakhiri situasi ini secara efektif dan segera untuk menjaga perdamaian dan ketertiban,” kata pejabat terkait.

Meski ada larangan, sejumlah pengunjuk rasa, kemarin, tetap berkumpul di wilayah Ratchaprasong di pusat Kota Bangkok. “Prayut harus mundur! Bebaskan rekan-rekan kami,” teriak mereka.

Sejumlah pimpinan mahasiswa menggunakan media sosial untuk mendorong warga tetap turun ke jalan. “Ayo bergerak. Tidak cukup hanya memberi dukungan moral dari dalam rumah,” ujar pimpinan Free Youth Movement yang mengorganisasi demonstrasi dalam beberapa bulan terakhir. (AFP/Van/X-11)
 

Baca Juga

MI/RommyPujianto

Tokoh Katolik Indonesia Kecam Pernyataan Presiden Macron

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 23:39 WIB
Menurutnya, pernyataan kontroversial tersebut mengganggu langkah umat Islam dan Kristen yang sedang membangun persaudaraan dan...
AFP/Karen Minasyan

Armenia-Azerbaijan Sepakat Redakan Konflik Nagorno-Karabakh

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 20:46 WIB
Kesepakatan tersebut dicapai selama pembicaraan di Jenewa antara menteri luar negeri kedua negara dan utusan dari Prancis, Rusia dan...
Antara/Hendra Nurdiyansyah

Jokowi Dinilai Bisa Bujuk Macron Minta Maaf ke Umat Islam

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 19:01 WIB
Jokowi, katanya, dalam konteks pertemanan dapat menyarankan agar Macron menarik pernyataannya dan meminta maaf kepada umat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya