Kamis 15 Oktober 2020, 21:11 WIB

Kuatkan Akses Pangan Lokal untuk Diversifikasi Pangan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kuatkan Akses Pangan Lokal untuk Diversifikasi Pangan

Ist/Kementan
Kementan melakukan peningkatan penyediaan dan konsumsi pangan lokal seperti jagung, ubi kayu, sagu, kentang, pisang, dan talas. 

 

DALAM berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak semua pihak untuk mengupayakan diversifikasi pangan sebagai salah satu strategi menjaga ketersediaan pangan, terlebih di masa pandemi ini.

Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) kian gencar mewujudkan percepatan diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan konsumsi pangan yang cenderung fokus pada satu komoditas sumber karbohidrat. Hal ini dibarengi dengan upaya peningkatan penyediaan dan konsumsi pangan lokal seperti jagung, ubi kayu, sagu, kentang, pisang, dan talas. 

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi, capaian diversifikasi pangan adalah menurunnya konsumsi beras dan meningkatnya konsumsi pangan lokal sumber karbohidrat non beras. 

"Meningkatnya konsumsi pangan lokal sumber karbohidrat non beras, itu ukurannya. Artinya kalau itu meningkat pasti konsumsi berasnya menurun" ungkap Agung, ketika dihubungi pada Rabu (14/10). 

Menurut Agung, upaya diversifikasi pangan juga harus diikuti perbaikan akses masyarakat terhadap produk pangan lokal non beras tersebut.

"Jadi dua hal kita lakukan, yaitu promosi dan memperbaiki akses. Akses ini bagaimana masyarakat mudah mendapat produk tadi. Kalau saya mau makan singkong misalnya, saya mudah mendapatkannya" ujarnya.

Untuk meningkatkan akses tersebut, beberapa hal yang menurutnya harus dilakukan, pertama mendorong tumbuhnya UMKM pangan lokal. Kedua, mempermudah akses dengan membuka pasar. Pembinaan UMKM dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan produksi tetapi harus diikuti dengan membuka akses pasar, tambahnya.

Dia mengungkapkan bahwa sebagai salah satu upaya membuka akses pasar adalah menggandeng marketplace untuk meningkatkan penjualan produk petani dan UMKM serta memberi kemudahan konsumen dalam mengakses produk pangan lokal.

"Kita sediakan outlet pangan lokal di seluruh Pasar Mitra Tani/TTIC provinsi.  Tapi tidak hanya itu, membuka akses banyak jalannya, termasuk melalui online atau media sosial,” pungkas Agung. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok: Biro Setwapres

Wapres tak Ingin Indonesia Jadi Tukang Stempel Produk Halal Global

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 13:10 WIB
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan Indonesia masih banyak mengimpor produk halal dari berbagai negara. Indonesia masih menjadi...
MI/Ramdani

Wapres Ingin Indonesia Jadi Produsen Halal Terbesar Dunia di 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 13:05 WIB
Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, lanjut Wapres, Indonesia merupakan pasar yang sangat menentukan dalam perdagangan...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Pemerintah akan Jadikan Indonesia Pemimpin Industri Halal Dunia

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 10:39 WIB
Potensi besar Indonesia menjadi pemimpin industri produk halal dunia, InshaAllah dapat segera...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya