Kamis 15 Oktober 2020, 20:41 WIB

Mentero Sosial: Bansos Cukup Tepat Sasaran

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi
Mentero Sosial: Bansos Cukup Tepat Sasaran

ANTARA/Prasetia Fauzani
.

 

BERAGAM program bantuan sosial terus digulirkan pemerintah sebagai bentuk mengurang dampak covid-19. Menteri Sosial Juliari Batubara pada acara virtual Indonesia Bicara: Efek Bergulir Bantuan Sosial yang diselenggarakan Media Indonesia, Kamis (15/10), mengatakan survei pada awal bansos diberikan hasilnya tidak terlihat bagus. Tapi, sekarang beberapa survei menyatakan bansos sudah mulai tepat sasaran. Berikut tanya jawab bersama Menteri Sosial dalam acara itu.

Apakah sejauh ini penyaluran bantuan sosial dalam mengatasi dampak pandemi covid-19 sudah sesuai dengan target?

Kalau flashback sedikit, sudah hampir sekitar 7 bulan menjalankan program-program bantuan yang khusus untuk mempercepat penanggulangan covid-19. Pada Maret, kami sudah melakukan perluasan terhadap program bansos reguler yang sebenarnya sedang berjalan yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan program Kartu Sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Saat covid-19 sudah masuk, kami berpikir harus memastikan bahwa keluarga prasejahtera mendapatkan bantuan, harus lindungi dulu. Kami pastikan mereka tidak tambah terpuruk. Kami menaikkan jumlah peserta untuk PKH dari 9,2 juta menjadi 10 juta. Pada BPNT pun ada penambahan dari 15 juta menjadi 20 juta. Jadi perluasannya banyak.

April, semakin serius. Oleh karena itu, kami mengusulkan untuk menggulirkan program tambahan untuk melengkapi program reguler. Sifatnya temporer, selama dibutuhkan kami jalankan, selama dipandang kalau covid-19 turun bisa dicabut kembali.

Kami memberi Rp600 ribu per keluarga per bulan tapi pengirimannya dibagi dua kali per bulan. Jumlah penerima 9 juta keluarga. Yang terima ini yaitu keluarga yang tidak mendapatkan program reguler, bukan program PKH.

Di semester 2 ada dua bantuan lagi. Pertama, memberikan beras kepada 10 juta penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh Indonesia. Satu keluarga akan mendapatkan 5 kilogram setiap bulan dan dikirimkan pertama sekaligus dalam 3 bulan atau sebanyak 15 kilogram dari Agustus-Oktober 2020.

Kedua, bantuan untuk sekitar 9 juta keluarga penerima manfaat (PKM) sebanyak 15 kilogram per bulan sepanjang Agustus-Oktober 2020.

Ini masih berjalan mudah-mudahan. Tantangan luar biasa. Kami tidak berpikir Jawa saja tapi menyalurkan ke pulau terluar, di daerah perbatasan, pelosok yang genangi sungai, sehingga sangat menantang.

Memang di awal itu saya juga sempat tanya juga memastikan hasilnya bagus. Di awal memang survei tidak terlalu baik. Saya sulit berargumentasi karena baru mulai sehingga penilaian agak sedikit subjektf. Tapi alhamdulillah ke sini ada beberapa survei yang melihat, bantuan kami dianggap oleh publik cukup tepat sasaran. Publik yang menilai, bukan kami. Tapi insya Allah kami terus berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat.

Bagaiman Presiden Jokowi menilai penyaluran bantuan yang dilakukan Kemensos?

Saya mungkin tidak bicara kepada Presiden, tetapi tampaknya beliau terlihat cukup apresiatif terhadap program yang sudah berjalan. Ya mudah-mudahan beliau merasakan feed back yang lebih banyak positif.

Tetapi kami sempat konsultasi dengan KPK tentang bagaimana memberikan bantuan yang tidak masuk pada data kami. Waktu itu pemikiran untuk memberikan uang angka Rp600 ribu memang datang dari Jokowi tapi saya menyampaikan angka itu tidak terlalu besar karena biaya hdup di Jabodetabek lebh tinggi dari wilayah lain.

Untungnya, Presiden kita ini memberikan instruksi simpel tapi mengena. Pokoknya tak ingin melihat rakyat kelaparan, segera bantuan dikirim. Ini warning, ini intruksi yang membuat kami bekerja semangat.

Di awal dalam proses pemberian sosial ada masalah dengan data. Apakah sudah ada perbaikan?

Jadi dinamika itu pasti ada. Ini kan darurat semua. Kami juga ditanya siapa yang terdampak? Siapa pun terdampak. Dari tadinya punya pekerjaan jadi tak punya. Yang tadinya bisa nyicil sekarang enggak bisa. Ojol jadi orderan tidak sepenuhnya. Sebelumnya kan tidak perlu bantuan, tidak termasuk pada kelurga yang dibantu. Sekarang perlu bantuan, bukan salah mereka.

Oleh karena itu, kami mengambil sikap ya sudah serahkan ke daerah data-datanya. Presiden juga ingin cepat. Kalau kami yang mencari data penerima, pasti akan lama dan banyak keruwetan yang terjadi. Saat itu kualitas dari data sangat tergantung suplai dari daerah. Saya mohon maklumi, saya dan tim. Ibaratnya kalau lomba lari dihitung finisnya bukan start.

Tapi sering berjalannya waktu ada perbaikan. Kadang-daerah minta untuk tahan penyaluran bantuannya karena data mau diperbaiki. Kami pun akhirnya tiga menteri bersama-sama mengeluarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan, Menteri Sosial, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 360.1/KMK.07/2020, Nomor 1 Tahun 2020, Nomor 460-1750 Tahun 2020. SKB ini untuk mempercepat daerah lebih rajin melakukan pemutakhiran data kemiskinan di daerah.

Jika berdasarkan UU Fakir Miskin itu sebanarnya setiap daerah dalam satu tahun harus memutakhirkan sekali saja. Sebenarnya tidak sulit tapi faktualnya ini tidak sampai hanya 100 kabupaten/kota yang rajin. Bayangkan dari 514 kabupaten/kota hanya 100 yang rajin update. Tentunya data yang diberikan dari daerah sangat memengaruhi kualitas sasaran dana bantuan.

Bagaimana progres penyerapan anggaran PEN di Kemensos?

Ya kalau dilihat, dari anggaran pemulihan ekonomi nasional mencapai Rp300 triliun, hampir separuhnya yakni Rp128 triliun ada di Kemensos. Jadi memang yang paling besar. Bisa dibilang dalam persentase tidak jauh dari 50%. Kalau lihat realisasinya cukup baik, kami sudah serap anggaran 81%.

Kami berharap, dalam waktu 2,5 bulan ini makin menanjak, 100% mungkin tidak, tapi paling tidak, tidak jauh dari 100%. (OL-14)

Baca Juga

Antara/Ampelsa

Garuda Indonesia Siapkan Pesawat Kargo untuk Ekspor

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 22:30 WIB
Potensi ekspor salah satunya pada produk makanan laut masih sangat...
ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

Stok Beras Capai Tujuh Juta Ton, Mentan Apresiasi Kerja Petani

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 21:30 WIB
Produksi beras juga indikator utama di mana kesejahteraan petani perlahan tapi pasti terus mengalami...
ANTARA/Muhammad Iqbal

Rekor, Penumpang Pesawat di 19 Bandara Capai 110 Ribu

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 18:10 WIB
Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang pada Kamis (28/10) mencapai 64.021 orang dengan 644...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya