Kamis 15 Oktober 2020, 20:35 WIB

Pelabuhan Tanjung Priok segera Miliki Fasilitas Shore to Ship

Widhoroso | Ekonomi
Pelabuhan Tanjung Priok segera Miliki Fasilitas Shore to Ship

ANTARA
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

 

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC menyiapkan layanan shore to  ship (STS) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta untuk mewujudkan pelabuhan yang ramah lingkungan (green port). Dengan adanya fasilitas STS, kapal yang bersandar di pelabuhan bisa mengganti penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan memanfaatkan energi listrik yang disediakan di dermaga.

“Kami mengajak para pemilik kapal (shipping owner) terlibat mewujudkan pelabuhan ramah lingkungan dengan memanfaatkan tenaga listrik dari darat untuk kebutuhan listrik kapal saat bersandar. Konversi dari BBM ke energi listrik selama kapal berlabuh akan mengurangi emisi gas buang dari mesin kapal,” kata Wakil Direktur Utama IPC, Hambra Samal di Jakarta, Kamis (15/10).

Secara bertahap, IPC akan mengkonversi berbagai peralatan yang semula menggunakan BBM menjadi mesin bertenaga listrik seperti Container Crane (CC) dan Gantry Luffing Crane (GLC). Upaya ini akan menghemat biaya operasional terkait penggunaan BBM dan menekan biaya pemeliharaan mesin.

Hambra menjelaskan, pada tahap awal IPC bersama anak perusahaan, PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI) mengembangkan fasilitas shore to ship di Dermaga Petikemas Domestik, Pelabuhan Tanjung Priok. Secara bertahap, fasilitas STS akan dipasang di seluruh pelabuhan yang dikelola IPC.

Fasilitas ini didesain untuk menggantikan sumber energi kapal yang sebelumnya menggunakan BBM menjadi sumber energi listrik. Kelebihan fasilitas yang disiapkan saat ini adalah multi frekuensi (50Hz dan 60Hz) dan multi tegangan (380V, 400V, 440V, 45V0, 460V).  Fasilitas ini juga dapat menjamin keamanan jaringan dan peralatan listrik di dalam kapal dengan menggunakan trafo isolasi.

Fasilitas shore to ship dilengkapi dengan mobile converter yang dapat  mengikuti lokasi sandar kapal. Desain ini dipilih untuk menyesuaikan  kebutuhan listrik di dalam kapal yang memiliki keragaman frekuensi.

Standar frekuensi listrik di Indonesia adalah 50Hz dan tegangan yang disalurkan secara umum 220V/380V. Untuk mendukung pemakaiannya, IPC menyiapkan 2 unit konverter frekuensi sehingga dapat melayani 2 kapal sandar secara bersamaan. (RO/R-1)

Baca Juga

DOK DITBUN

Sebanyak 95% Produksi Cengkeh untuk Suplai Industri Rokok

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 13:02 WIB
Kenaikan cukai rokok menyebakkan penurunan produksi IHT. Bahkan, menurunnya IHT tersebut akan bepengaruh terhadap penyerapan di...
DOK DITBUN

Petani PIR Sukses karena Kemitraan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 12:56 WIB
Berkat PIR inilah menjadikan Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar. Pada tahun 2006 luasannya mencapai 6,59 juta ha dengan...
DOK DITJEN PERKEBUNAN

Kendalikan OPT Kopi Sejak dari Pembenihan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 12:49 WIB
Peneliti Proteksi Tanaman Balittri, Samsudin mengatakan, agar bibit kopi aman dari serangan OPT, saat melakukan pembenihan harus dipasang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya