Kamis 15 Oktober 2020, 17:48 WIB

Tolak Bahas Aturan Turunan UU Ciptaker,Ini Langkah Penolakan Buruh

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Tolak Bahas Aturan Turunan UU Ciptaker,Ini Langkah Penolakan Buruh

Antara/Asep Fathulrahman
Demonstrasi buruh menolak UU Cipta Kerja

 

KAUM buruh menegaskan akan melaksanakan 4 langkah terbaru sebagai bentuk penolakan pengesahan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan, pihaknya tidak akan terlibat dalam pembahasan aturan turunan UU Cipta Kerja.

"Pertama, akan mempersiapkan aksi lanjutan secara terukur terarah dan konstitusional, baik di daerah maupun aksi secara nasional," ungkap Said di Jakarta, Kamis (15/10).

Sikap tersebut menurut Said sejalan dengan komitment kaum buruh, yang hingga saat ini menolak omnibus law UU Cipta Kerja, khususnya klaster ketenagakerjaan. Aksi kedua, mempersiapkan ke Mahkamah Konstitusi untuk uji formil dan uji materiil. Ketiga, meminta legislatif review ke DPR RI dan eksekutif review ke Pemerintah.

"Keempat, melakukan sosialisasi atau kampanye tentang isi dan alasan penolakan omnibus law UU Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan oleh buruh," ujarnya.

Baca juga : Unjuk Rasa UU Cipta Kerja, Ketertiban Sosial Harus Jadi Prioritas

Bahkan Said melanjutkan, aksi penolakan omnibus law oleh buruh akan semakin membesar dan bergelombang. Serikat buruh menduga pemerintah hanya memanfaatkan status buruh sebagai stempel dan alat legitimasi pengesahan UU Ciptaker.

"Menyinggung sikap DPR yang sempat menjanjikan buruh akan dilibatkan dalam pembahasan, tetapi terkesan seperti sedang kejar setoran, buruh meraasa dikhianati," ungkapnya.

Said menjelaskan, sebelumnya buruh sempat menyerahkan naskah sandingan usulan para buruh. Namun, masukan dari para buruh banyak yang tidak terakomodir.

"Tidak benar apa yang dikatakan DPR RI bahwa 80% usulan buruh sudah diadopsi dalam UU Cipta Kerja," paparnya. (OL-7)

Baca Juga

Dok. MI/Rommy Pujianto

KPK Ingatkan Seli dari Daniel ke KSP sebagai Barang Milik Negara

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:45 WIB
KPK mengingatkan pemberian 15 unit sepeda lipat ke Kantor Staf Presiden (KSP) harus dicatat sebagai barang milik...
Antara/Mohammad Ayudha

Bawaslu Koreksi Data 2 Juta Pemilih dalam Pilkada 2020

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:44 WIB
Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat data pemilih yang tidak memenuhi syarat. Seperti, meninggal dunia, berstatus di bawah umur,...
 Anthony Devlin / AFP

Rashford Catat Rekor Ketika MU Gulung RB Leipzig

👤Dero Iqbal Mahendra 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:42 WIB
Permainan berjalan dengan ketat hingga masuknya Rashford di babak kedua. Sang striker membuka keran golnya setelah menerima umpan Bruno...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya