Kamis 15 Oktober 2020, 14:17 WIB

Potensi Produksi Beras Nasional 2020 Sebesar 31,63 Juta Ton

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Potensi Produksi Beras Nasional 2020 Sebesar 31,63 Juta Ton

ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Gabah giling

 

BADAN Pusat Statistik (BPS) memprediksi produksi beras sepanjang 2020 akan mencapai 31,63 juta ton dengan luas panen padi 10,79 juta hektare. Angka itu naik 1% atau 310 ribu ton dari total realiasi produksi beras selama 2019 yang sebesar 31,31 juta ton.

Perkiraan itu berdasarkan realisasi yang terjadi dalam rentang Januari hingga September dan penghitungan potensi di Oktober hingga Desember.

“Realisasi Januari sampai dengan September 9,01 juta hektare turun 2,97% dibanding tahun lalu. Tapi potensi Oktober-Desember itu diperkirakan akan naik sebesar 384 ribu hektare. Sehingga secara total pada 2020 ini, dengan catatan potensi sesuai realisasi, luas panen padi akan meningkat 1,02%, dari 10,68 juta hektare di 2019 ke 10,79 juta hektare di 2020,” imbuh Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (15/10).

“Karena luas panen meningkat, otomatis produksi padi mengalami peningkatan. Potensi produksi padi diperkirakan akan sebesar 55,16 juta ton gabah kering giling. Meningkat 1,02%, kalau berdasarkan realisasi sampai September memang menurun, tapi kita harapkan potensi Oktober-Desember bisa terwujud,” sambungnya.

Adapun potensi luas panen pada Oktober hingga Desember ialah 1,78 juta hektare dengan potensi produksi beras di waktu yang sama mencapai 9,71 juta ton. Suhariyanto menambahkan, berdasarkan provinsi, Jawa Timur potensial mengalami pertumbuhan hingga 4,61% di 2020 ini. Itu juga diikuti dengan sentra produksi padi di beberapa provinsi lain seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sumatera Utara.

Namun demikian, di saat yang sama juga ada potensi menurunnya produksi padi akibat cuaca yang tidak mendukung panen. “Ada beberapa provinsi yang pada 2020 ini mengalami penurunan seperti Sulawesi Selatan, ini terjadi karena cuaca yang tidak berpihak, sehingga terlihat pada April-Juli kemarin banyak sawah yang terendam di 3 Kabupaten sentra padi,” tutur Suhariyanto.

Belum lagi, imbuh dia, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika telah memberi alarm akan munculnya fenomena La Nina di 3 bulan terakhir 2020 ini. Fenomena itu akan berakibat pada tingginya intensitas hujan di beberapa wilayah dan dapat menjadi sebab gagalnya produksi padi di wilayah terdampak.

“Di tahun ini yang perlu diperhatikan adalah peringatan akan adanya La Nina. Realiasasi sangat bergantung kepada cuaca. Sentra produksi beras kita terpusat di beberapa provinsi sehingga itu berprean penting menjaga pasokan pangan, perlu juga mengamati surplus, stok, dari waktu ke waktu sehingga perencanaan kita ke depan bisa menjadi semakin bagus,” pungkas Suhariyanto.

Penghitungan luas panen padi dan produksi beras itu berasal dari hasil pemantauan yang dilakukan BPS, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Pertanian, Kementerian ATR/BPN, Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Angka-angka itu diapat menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA) yang kemudian diolah oleh K/L terkait. (OL-4)

Baca Juga

MI/Eva Pardiana

Pertamina Kembangkan Bisnis dengan Empat Program Utama

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:09 WIB
PT Pertamina mengembangkan inovasi bisnis untuk memperluas pelayanan energi dengan empat program...
Antara

509 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:01 WIB
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 509.140 kendaraan meninggalkan Jakarta pada periode tiga hari libur cuti bersama dan Maulid...
Antara

Dukung Program PEN, PPI Tingkatkan Nilai Produk UMKM

👤Heryadi 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:52 WIB
PPI mengamati perkembangan UMKM, dan mendukung produk yang dihasilkan dengan memberikan inovasi-inovasi agar meningkatkan nilai ekonomi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya