Kamis 15 Oktober 2020, 14:10 WIB

Pemkot Pagaralam Larang Warga Gelar Pesta hingga Akhir Tahun

Dwi Apriani | Nusantara
Pemkot Pagaralam Larang Warga Gelar Pesta hingga Akhir Tahun

MI/Dwi Apriani
Wali Kota Pagaralam, Alpian Maskoni saat menjelaskan adanya kebijakan larangan menggelar acara resepsi bagi masyarakat Kota Pagaralam.

 

MENINGKATNYA kasus positif Covid-19, membuat Pemerintah Kota Pagaralam mengeluarkan kebijakan baru. Yakni melarang masyarakat untuk membuat kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa dan kerumunan, seperti resepsi acara, hajatan dan sebagainya.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran nomor : 000/SE/2966/SD.IV/2020 tentang pelaksanaan kegiatan resepsi persedekahan/hajatan/ta'ziah di Kota Pagaralam. Terhitung mulai tanggal 19 Oktober 2020 sampai dengan 1 Desember 2020 di Pagar Alam dilarang melaksanakan kegiatan resepsi persedekahan/hajatan.

"Ini berdasar adanya kesepakatan bersama dengan satuan gugus tugas penanganan Covid-19 di Pagaralam. Kita keluarkan surat edaran ini agar dipatuhi oleh masyarakat Pagaralam," ujar Wali Kota Pagaralam, Alpian Maskoni, Kamis (15/10).

Ia mengatakan, saat ini jumlah kasus positif di Pagaralam sebanyak 22 orang, dengan 122 suspek dan 120 OTG. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan forkopinda dan unsur organisasi keagamaan terkait pelaksanaan
kegiatan resepsi persedekahan/hajatan/ta'ziah tidak diperbolehkan.

"Pelaksanaan akad nikah cukup dilakukan di Kantor Urusan Agama saja," katanya.

Alpian menegaskan, izin keramaian tidak akan di keluarkan Kepolisian Resor Kota Pagaralam bagi warga yang akan melaksanakan acara hajatan persedekahan dalam bentuk apapun. Bahkan acara ta'ziah atau musibah kematian harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, jaga jarak saat salat jenazah serta tidak mengadakan acara pelepasan jenazah.

"Camat, Lurah, sampai dengan tingkat RW dan RT juga akan terus melaksanakan sosialisasi penerapan protokol kesehatan pada masyarakat di lingkungan masing-masing," jelasnya.

Masyarakat yang melanggar protokol kesehatan akan dikenakan sanksi berupa hukuman kerja sosial hingga sanksi denda yang diatur oleh Perwako Pagar Alam nomor : 30 Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru menuju
masyarakat produktif dan aman. (OL-13)

Baca Juga: Trans Kalimantan Jalur Selatan Kalsel Rusak Parah lagi

Baca Juga

MI/Supardji Rasban

Tiga Pelaku Pembobolan 16 Minimarket di Brebes Dibekuk

👤Supardji Rasban 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 02:25 WIB
KEPOLISIAN Resor (Polres) Brebes Jawa Tengah membekuk tiga pelaku spesialis pembobolan minimarket di sejumlaah lokasi di Kabupaten/Kota di...
Antara

Langgar Prokes, Dua THM di Capital Building Ditutup

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 02:05 WIB
SATGAS Penanganan Covid-19 Mebidang menutup sementara dua tempat hiburan malam (THM) yang berada di Capital Building di Kota Medan karena...
Ilustrasi

Cilacap Diterjang Banjir dan Longsor

👤Lilik Darmawan 🕔Senin 19 Oktober 2020, 22:16 WIB
Bencana banjir dan longsor menerjang sejumlah desa di Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) pada Senin...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya