Kamis 15 Oktober 2020, 11:12 WIB

Khofifah Antar Buruh Temui Menkopolhukam

RO/Micom | Politik dan Hukum
Khofifah Antar Buruh  Temui Menkopolhukam

dok pemprov jatim
Gubernur Jatim mengantarkan buruh menyampaikan aspirasi ke Menkopolhukam Mahfud MD.

 

GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengantarkan sejumlah tokoh buruh dan pekerja Jawa Timur bertemu langsung dengan Menteri Koordinaror Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD di Jakarta, Rabu (14/10) siang.  

Para tokoh buruh dan pekerja yang berjumlah 25 orang tersebut berasal dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI ), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), dan Serikat Buruh. Mereka diberangkatkan dari Surabaya dengan menggunakan dua buah bus ukuran besar.  

Forum dialog ini merupakan upaya fasilitasi dari Gubernur Jatim yang ingin agar para buruh dan pekerja Jatim bisa langsung menyampaikan aspirasi, keluh kesah, dan harapan terkait UU Cipta Kerja. 

Selain itu, agar buruh dan pekerja juga bisa mendapatkan informasi utuh dan komprehensif mengenai UU Cipta Kerja.

Dalam forum tersebut Khofifah berperan langsung sebagai mediator jalannya dialog. 

Sejumlah isu yang disampaikan buruh dan pekerja antara lain permasalahan pesangon, hak cuti pekerja, pengupahan berupa UMSK dan UMK, terkait pengaturan pegawai outsourcing dan berbagai poin pembahasan dalam UU Cipta Kerja yang dianggap merugikan pekerja. 

Khofifah mengatakan pertemuan ini merupakan tindak lanjut pertemuan dengan elemen buruh dan pekerja Jatim usai aksi 8 Oktober 2020 lalu. Khofifah ingin aspirasi buruh dan pekerja Jatim langsung didengar Pemerintah Pusat. 

Menkopolhukam Mahfud MD pun mengapresiasi langkah Khofifah mengantarkan secara langsung para perwakilan serikat buruh se-Jatim untuk menyampaikan aspirasi terkait UU Omnibus Law.

“Semua ini kita salurkan ke pemerintah. Ada yang bisa disalurkan melalui peraturan perundang-undangan, kebijakan Presiden, kebijakan menteri, dan lain sebagainya. Bahkan kita juga tidak menutup kemungkinan mengubah UU melalui uji materi di MK. Jika itu merugikan konstitusional,” ujarnya.

Menurutnya, semua kemungkinan masih terbuka lebar. Oleh karena itu permasalahan ini bisa diselesaikan secara baik-baik.

Mantan Ketua MK itu menjelaskan bahwa UU Omnibus Law adalah upaya pemerintah memangkas regulasi dan kendala birokrasi di sektor investasi, sehingga memberli kepastian orang berusaha dan meningkatkan daya saing nasional. RUU Ciptaker sendiri mencakup 76 undang-undang, termasuk perpajakan.

Ketua DPD KSPSI Provinsi Jawa Timur Achmad Fauzi, mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi adanya upaya yang baik dari Gubernur Jawa Timur maupun Menkopolhukam yang bersedia menerima keluh kesah pengesahan UU Cipta Kerja. 

“Kami meminta Pak Menko untuk meneruskan aspirasi kami. Antara lain adalah dari sisi UMSK, UMK dan apa yang telah disepakati antara pekerja dan perusahaan atau perjanjian kerja bersama (PKB) di perusahaan tidak boleh hilang karena UU Cipta Kerja ini,” kata Fauzi. 

Menurut Fauzi peraturan yang sudah baik harus dipertahankan dan jangan justru dihilangkan dengan adanya aturan baru. Sebab ada beberapa klausul dalam UU Cipta Kerja yang dinilai merugikan pekerja. (J-1)

Baca Juga

MI/M IRFAN

Komisi Yudisial Tanggapi Permintaan Nasabah WanaArtha

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 19:40 WIB
KY akan mengirim surat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat supaya mempertimbangkan rasa keadilan para...
MI/ Andri Widiyanto

Bareskrim Jamin Hasil Penyidikan Kebakaran Kejagung Profesional

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 19:27 WIB
Tim penyidik gabungan tidak mengada-ada dalam memberikan perkembangan kasus kebakaran Gedung...
ANTARA

Kuasa Hukum Nilai Penangkapan Gus Nur Bermasalah

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 19:00 WIB
LBH Pelita Umat menyebut Gus Nur belum pernah dipanggil secara patut dan wajar, tetapi langsung...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya