Kamis 15 Oktober 2020, 11:04 WIB

IHSG Fluktuatif, Cenderung Melemah Terbatas

Fetry Wuryasti | Ekonomi
IHSG Fluktuatif, Cenderung Melemah Terbatas

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Petugas keamanan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9/2020).

 

INDEKS Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis (15/10) dibuka pada level 5.172,59, dari penutupan yang menguat kemarin di level 5.176,09 (+0,85%).

"Indeks tampak sedang menguji penguatannya, namun berpotensi terkoreksi menuju support level 5,125 hingga 5,100. Garis teknikal stochastic mengindikasikan terjadinya bearish (pelemahan). Maka indeks diperkirakan indeks bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas," kata analis Mega Sekuritas Indonesia Danny Eugene, Kamis (15/10).

Meski begitu Indonesia memiliki beberapa sentimen positif untuk menahan pelemahan IHSG, antara lain rilis data ekonomi mulai membaiknya dunia usaha, kebijakan pelonggaran likuiditas dan ditahannya suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate pada level 4%.

Lalu dari sektor pertambangan metal yaitu MIND ID mengumumkan rencana pembentukan holding BUMN industri baterai kendaraan listrik (EV) secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, yang diberi nama PT Indonesia Battery Holding, yang nantinya akan menggandeng mitra dari Tiongkok dan Korea Selatan. Nilai investasi digadang mencapai sekitar US$ 12 miliar.

Dari sektor batu bara, ada peluang bagi Indonesia setelah Tiongkok dikabarkan memboikot impor batubara dari Australia. Operator pembangkit listrik dan pabrik baja di Tiongkok telah diberitahukan untuk menghentikan penggunaan batubara dari Australia. Hal ini akan mempengaruhi pasar batubara global.

baca juga: Omnibus Law Berikan Kemudahan bagi Sektor Koperasi dan UMKM

"Kami menilai penghentian impor Tiongkok dari Australia tersebut dapat menjadi peluang bagi Indonesia sebagai salah satu negara tujuan Tiongkok untuk impor batu bara. Di luar itu, aktivitas ekonomi Tiongkok yang membaik, dibukanya kembali pelabuhan serta peningkatan konsumsi batubara terutama menjelang musim dingin diekspektasikan dapat mendorong kenaikan harga batubara untuk kembali pulih pada tahun depan," kata Head of Equity Research, Strategy, Banking, Consumer (Staple) Samuel Sekuritas Indonesia, Suria Dharma. (OL-3)
 

Baca Juga

Sumber: Kementerian ESDM

Pemerintah Gandeng Swasta Selesaikan Pembangunan Jargas

👤(Gan/S2-25) 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 00:15 WIB
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melibatkan pihak swasta dalam menyelesaikan target pembangunan 4 juta sambungan jaringan...
Antara/Ahmad Subaidi

Aturan Tarif Energi Terbarukan akan Diterbitkan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 22:30 WIB
"Kita akan mengeluarkan Peraturan Presiden untuk tarif renewable energy yang nantinya akan dibeli oleh PLN dan diharapkan akan...
Antara/Arif Firmansyah

BI Perpanjang Diskon Produk UMKM yang Gunakan QRIS

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 22:20 WIB
“Sampai saat ini sudah mencapai 5 juta lebih merchant UMKM yang tercatat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya