Kamis 15 Oktober 2020, 08:40 WIB

Pengendara Mobil tidak Pakai Masker di DKI akan Disanksi

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Pengendara Mobil tidak Pakai Masker di DKI akan Disanksi

ANTARA/Aprillio Akbar
Petugas menghentikan sopir mobil tidak bermasker dalam Operasi Yustisi Protokol Covid-19 di kawasan Jati Padang, Jakarta.

 

RANCANGAN Peraturan Daerah (Raperda) Penanggulangan Covid-19 yang saat ini sudah diselesaikan pembahasannya oleh DPRD DKI Jakarta dipastikan akan memberikan sanksi denda kepada pengendara kendaraan roda empat pribadi yang tidak memakai masker, baik itu saat sedang berkendara sendirian maupun dengan penumpang lebih dari satu orang.

Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta Judistira membeberkan alasan dikenakannya sanksi denda kepada pengendara kendaraan roda empat tersebut.

Menurutnya, saat ini, petugas di lapangan belum bisa membedakan mobil taksi daring dengan mobil pribadi yang benar-benar digunakan untuk kebutuhan pribadi.

Baca juga: Pantai Ancol Boleh Dikunjungi Anak-Anak

Sementara, jika itu angkutan daring, akan berbahaya jika pengemudi tidak memakai masker. Pengemudi yang berpotensi pembawa virus menyebarkan virusnya di dalam area mobil yang tertutup.

"Kemudian dia bersin atau apa, berputar-putarlah di situ di dalam mobilnya virusnya, terus masuk penumpang misalnya. Nah, itu sebenarnya yang diantisipasi ya sudah diratakan semua. Semua yang ada di dalam mobil, baik sendiri maupun lebih dari satu orang, harus memakai masker. Itu untuk menjaga itu. Karena kita masih belum bisa membedakan antara mobil pribadi ataupun mobil taksi online," jelasnya, saat dihubungi, Rabu (14/10)

Hal yang sama juga bisa terjadi pada kendaraan roda empat yang betul-betul digunakan sebagai kendaraan pribadi. Sebab, tidak menutup kemungkinan warga menggunakan angkutan untuk pergi bersama rekan kerja yang tidak diketahui status covid-19-nya.

Judistira memaparkan awalnya ada perdebatan karena ketidaksepahaman mengenai sanksi tersebut di antara anggota Bapemperda. Namun, dengan mendengar penjelasan dari eksekutif, pihaknya pun menyetujui sanksi denda dikenakan bagi warga yang tidak memakai masker di dalam mobil.

"Itu juga kita pertanyakan. Kita sampaikan ke eksekutif dalam membuat Perda ini lagi-lagi tidak disampaikan kejelasan kepada masyarakat, terjadi perdebatan tapi akhirnya kita sepakati bersama," tandasnya.

Raperda ini saat ini sudah selesai dibahas dan akan diparipurnakan pada pekan depan untuk disahkan. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Pasien RSDC Wisma Atlet Terus Berkurang

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 04:25 WIB
JUMLAH pasien rawat inap covid-19 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran terus mengalami...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Demo Buat Pengawasan Klaster Perkantoran Kendur

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 04:20 WIB
KASUS positif virus korona baru (covid-19) di Jakarta masih terus bertambah. Mereka terpapar dari berbagai tempat, terutama dari...
Dok. MI

Lerai Bentrok Ormas, Kapolsek Terluka

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 03:35 WIB
DUA organisasi kemasyarakatan (ormas) terlibat bentrok di Jalan Ciledug Raya, Larangan, Kota Tangerang, Kamis (29/10), pukul 00.15...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya