Kamis 15 Oktober 2020, 01:15 WIB

Istana Tunda Pertemuan dengan Anwar Ibrahim

Istana Tunda Pertemuan dengan Anwar Ibrahim

AFP
Anwar Ibrahim

 

ISTANA nasional Malaysia telah menunda audiensi dengan Raja Al-Sultan Abdullah untuk sekutu pemimpin oposisi Anwar Ibrahim, kata para pemimpin senior oposisi, kemarin, di tengah pergolakan baru untuk jabatan perdana menteri negara itu.

Anwar telah bertemu dengan Raja Abdullah, Selasa (13/10), untuk membuktikan bahwa ia memiliki dukungan mayoritas parlemen yang
meyakinkan untuk membentuk pemerintahan baru. Hal itu memicu pertengkaran politik baru hanya beberapa bulan setelah Perdana
Menteri Muhyiddin Yassin naik jabatan.

Dalam sebuah pernyataan, para pemimpin oposisi Partai Aksi Demokratik (DAP) dan Amanah mengatakan mereka awalnya dipanggil untuk audiensi terpisah dengan Raja. “Namun, tadi malam sekretaris pribadi senior Yang Mulia memberi tahu kami bahwa kedua sesi dengan Yang Mulia telah ditunda,” bunyi pernyataan yang ditandatangani Sekretaris Jenderal DAP Lim Guan Eng dan Presiden Amanah Mohamad Sabu.

Pada konferensi pers pada Selasa, Anwar mengatakan dia telah menyerahkan dokumen kepada Raja untuk membuktikan bahwa dia
mendapat dukungan lebih dari 120 anggota parlemen di 222 kursi parlemen. 

Namun, istana kemudian mengonfi rmasikan dalam sebuah pernyataan bahwa Anwar telah mengajukan sejumlah anggota parlemen yang dia katakan mendukungnya, tetapi bukan identitas pendukungnya.

Raja memainkan peran yang sebagian besar bersifat seremonial, tetapi dia dapat menunjuk seorang perdana menteri yang menurutnya mungkin akan memimpin mayoritas. Pemerintah baru biasanya dipilih di Malaysia, tetapi raja memainkan peran dalam kasus tertentu.

Awal tahun ini, di puncak perselisihan politik yang menyebabkan jatuhnya pemerintahan Mahathir Mohamad, Raja menunjuk Muhyiddin sebagai perdana menteri setelah bertemu dengan setiap anggota parlemen untuk mengetahui siapa yang mereka dukung. Kritikus mengatakan Muhyiddin, yang bertahan dengan mayoritas dua kursi di parlemen, telah mencuri kekuasaan dengan menggeser aliansi, alih-alih mendapatkannya di kotak suara. (Van/CNA/I-1)

Baca Juga

Antara

Serangan Rudal Armenia, 21 Orang di Azerbaijan Tewas

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 21:00 WIB
Militer Azerbaijan mengatakan serangan rudal di dekat Nagorno-Karabakh pada Rabu (28/10) telah menewaskan 21 orang dan puluhan lainnya...
AFP/Ahmad Gharabli

Indonesia Panggil Dubes Prancis dan Kecam Pernyataan Macron

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 20:51 WIB
Pemerintah Indonesia keberatan terhadap pernyataan Presiden Macron yang mengindikasikan ada kaitan antara agama dan tindakan...
AFP/NOAH SEELAM

Positif Covid-19 di India Mendekati Delapan Juta Kasus

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 20:40 WIB
Data dari kementerian kesehatan federal menunjukkan lonjakan sebanyak 43.893 kasus baru covid-19 dilaporkan dalam 24 jam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya