Rabu 14 Oktober 2020, 19:52 WIB

Investor Asing Tertarik dengan Hilirisasi Nikel

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Investor Asing Tertarik dengan Hilirisasi Nikel

ANTARA/Jojon
.

 

FOKUS pemerintah Indonesia melakukan hilirisasi industri minerba, terutama nikel, mendapat respons positif dari investasi luar negeri. Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) dari Tiongkok dan LG Chem Ltd asal Korea mengisyaratkan akan bergabung dengan proyek investasi senilai US$20 miliar lebih dalam pengembangan rantai pasokan nikel di Tanah Air. Keduanya merupakan produsen baterai untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terbesar dunia.

Indonesia selama ini dikenal sebagai produsen dan eksportir nikel, bahan baku utama EV battery, terbesar dunia yang menguasai 27% kebutuhan pasar global. Kebijakan Kementerian BUMN melakukan inovasi model bisnis dalam industri ini sekaligus meningkatkan value chain nikel Nusantara yang berlimpah bertujuan memanfaatkan keuntungan sekaligus membangun industri baterai lithium di dalam negeri.

"Ini angin segar. Usaha Indonesia yang memiliki kekayaan tambang berlimpah untuk melakukan hilirisasi industri minerba langsung mendapat respons bagus dari investor asing. Ini bukti bahwa kebijakan Indonesia sudah tepat. Dengan kehadiran investasi luar negeri untuk menunjang program nasional di industri ini, saya yakin aspek keberlanjutan akan terus berkembang dan kita semakin kuat dalam daya saing untuk mendukung ketahanan energi bagi Indonesia," ujar Menteri BUMN Erick Thohir melalui rilis yang diterima, Rabu (14/10).

Sebelumnya, Mining Industri Indonesia (MIND ID) sebagai holding BUMN industri minerba telah menuntaskan transaksi pembelian 20% saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk (PT VI) sebagai perusahaan yang memiliki aset nikel terbaik dan terbesar di dunia.

Pembelian saham PT VI oleh MIND ID sesuai dengan mandat BUMN untuk mengelola cadangan mineral strategis Indonesia dan hilirisasi industri pertambangan nasional, terutama nikel. Ini akan menghasilkan produk domestik nilai ekonomis hingga 4-5 kali lipat lebih tinggi dari produk hulu.

Dengan menjadi pemenang saham terbesar kedua di PT VI, MIND ID akan memiliki akses strategis untuk mengamankan pasokan bahan baku untuk industri hilir nikel Indonesia, baik hilirisasi industri nikel menjadi stainless steel maupun menjadi baterai kendaraan listrik.

“Ketertarikan dua produsen raksasa EV battery itu untuk terlibat dalam rantai pasok nikel menunjukkan kerja sama MIND ID dan PT VI sebagai sinergi yang strategis, saling menguntungkan, dan saling melengkapi untuk memajukan industri pertambangan. Saya optimistis, hal ini akan semakin menumbuhkan kepercayaan banyak perusahaan kelas dunia kepada MIND ID dalam mengembangkan industri minerba lain di Tanah Air,” ungkap Group CEO MIND ID, Orias Petrus Moedak.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Pertamina yang siap membangun pabrik EV battery atau baterai kendaraan listrik bersama dua perusahaan BUMN energi lain, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), menyatakan kehadiran investasi asing di industri ini akan memperkuat daya saing di pasar internasional.

"Pertamina akan masuk ke bisnis, membangun pabrik baterai EV dalam kerja sama strategis. Nanti, Inalum bakal fokus di sektor hulu sebagai pemasok bahan baku. PLN fokus di sektor hilir sebagai distributor dan Pertamina di tengah-tengah menyiapkan prosesnya," ujarnya.

Ia menambahkan, baterai lithium ion yang akan diproduksi tidak hanya untuk transportasi, tapi bisa digunakan di remote area untuk perumahan atau di wilayah yang tidak perlu storage besar, yakni semacam backup power system bersifat modular.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyatakan ketertarikan CATL dan LG Chem utuk berinvestasi dalam hilirisasi industri menerba akan mempercepat perluasan penggunaan kendaraan listrik sesuai Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis baterai untuk transportasi jalan.

"Selain bekerja sama dengan perusahaan BUMN, seperti Pertamina dan Inalum, untuk menyiapkan segera industri hingga produk baterai EV, kami juga sudah berkolaborasi dengan lembaga terkait dan produsen otomotif yang masuk pasar Indonesia, terutama dalam menyiapkan infrastrukturnya berupa stasiun pengisian listrik," jelas Zulkifli Zaini. (OL-14)

Baca Juga

Antara

BI : ISEF 2020 Catat Transaksi Sebesar Rp5,03 Triliun

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 23:39 WIB
Angka tersebut terdiri dari kesepakatan pembiayaan, komitmen transaksi business to business, transaksi ritel business to consumer, dan...
Antara/Aditya Pradana Putra

Bantu UMKM Bangkit, Kemendikbud Gelar Pasar Budaya Daring

👤SuryaniWandari Putri Pertiwi 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 21:50 WIB
Pasar budaya adalah sebuah marketplace dari Ditjen Kebudayaan Kemendikbud yang bekerja sama dengan perusahaan teknologi Indonesia,...
MI/Ramdani

AP II : Airport 4.0 Menjadi Basis Transformasi Kedepan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 20:31 WIB
“Pada pekan lalu, kami mencanangkan Second Curve Transformation periode 2020 - 2024 untuk memasuki era Airport 4.0," ujar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya