Rabu 14 Oktober 2020, 19:30 WIB

Kasus Melonjak, Australia Tunda Pelonggaran Pembatasan

Mediaindonesia.com | Internasional
Kasus Melonjak, Australia Tunda Pelonggaran Pembatasan

AFP/WILLIAM WEST
Wanita berjalan melewati mural di Melbourne pada 10 September 2020.

 

Sejumlah klaster kasus infeksi virus korona telah muncul di dua negara bagian terpadat di Australia dan mendorong New South Wales (NSW) untuk menunda pelonggaran beberapa pembatasan, kata para pejabat pada Rabu (14/10).

Australia adalah salah satu negara paling sukses dalam memerangi virus korona. Negara itu, menurut hitungan resmi, mencatat 904 kematian dan sekitar 245 kasus aktif covid-19.

Baca juga : https://mediaindonesia.com/read/detail/345065-pertama-kali-australia-nol-kematian-covid-19-dalam-dua-bulan

Gubernur NSW Gladys Berejiklian mengatakan dia khawatir negara bagian itu berada di titik puncak klaster lain penularan komunitas besar, setelah 11 kasus baru covid-19 ditemukan secara lokal dan sebuah klaster muncul di pinggiran barat daya Sydney, Lakemba.

Dia mengatakan pelonggaran beberapa pembatasan sosial yang mencakup pembukaan restoran dan pengizinan acara pernikahan sekarang akan ditunda. "Kami akan lebih mengurangi pembatasan terkait industri perhotelan. Saya masih berharap kita bisa melakukannya, selama lebih banyak orang datang untuk dites," kata Berejiklian.

Negara bagian Victoria, episentrum gelombang kedua wabah covid-19 di Australia, mencatat lima kematian dan tujuh kasus virus korona baru dalam semalam.

Lonjakan regional kedua dan ketiga kasus covid-19 mengancam harapan pelonggaran pembatasan penguncian yang ketat yang berlaku sejak pertengahan Juli.

Pembatasan di ibu kota negara bagian Melbourne termasuk penutupan ritel secara meluas dan batasan waktu hanya dua jam di luar untuk rekreasi.

Tiga kasus covid-19 di kota Shepparton, timur laut Melbourne, dimulai oleh seorang sopir truk yang melakukan perjalanan dari kota tersebut dua minggu sebelumnya. Sopir truk itu belum sepenuhnya mengungkapkan perjalanannya ke para pelacak kontrak virus hingga jauh setelah kejadian penularan tersebut.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran bahwa virus korona baru telah menyebar tanpa terkendali di kota itu, kata pejabat kesehatan. "Mereka harus memberi tahu kami kisah lengkapnya. Mengunjungi kota regional yang besar, dan tidak memberi tahu kami, bukanlah hal yang benar untuk dilakukan," kata Gubernur Victoria Daniel Andrews dalam jumpa pers.

Andrews menambahkan bahwa masalah tersebut telah dirujuk ke polisi negara bagian Victoria.

Andrews akan mengumumkan langkah-langkah pelonggaran signifikan pada Minggu. (Ant/OL-12)

 

Baca Juga

Dok.Istana Kepresidenan

Politik Luar Negeri yang Konsisten Sebabkan RI Mitra Penting AS

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:50 WIB
MENGHADAPI tantangan stabilitas dan keamanan baik di kawasan maupun global yang terus meningkat, Indonesia tetap konsisten untuk...
AFP/Manjunath Kiran

Susul AS, Kasus Covid-19 di India Tembus 8 Juta Orang

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:47 WIB
Meski kasus positif sangat tinggi, namun tingkat kasus kematian akibat covid-19 di India relatif rendah. Sampai saat ini, jumlah kasus...
AFP/Atta Kenare

Tolak Sikap Macron, Mahasiswa Iran Demo di Kedubes Prancis

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:46 WIB
Demonstran membawa poster dan spanduk bertuliskan pesan tegas, yang menentang pernyataan kontroversial dari Presiden Prancis Emmanuel...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya