Rabu 14 Oktober 2020, 18:09 WIB

DPRD DKI Jakarta Kunjungi Lokasi Longsor di Jagakarsa

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
DPRD DKI Jakarta Kunjungi Lokasi Longsor di Jagakarsa

ANTARA
Longsor di Ciganjur.

 

KOMISI D DPRD DKI Jakarta melakukan kunjungan ke lokasi longsor di perumahan Melati Residence, Jalan Damai, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan siang ini.

Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mengatakan kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui musibah tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (10/10) lalu.

Baca juga: PHRI DKI Klaim Anggotanya Patuhi Aturan Baru di Masa Transisi

"Kita mau melihat lokasi longsor. Dari kunjungan itu di sekitar situ banyak perumahan dan ada turap-turap permanen serupa. Tapi yang longsor hanya di titik itu saja," kata Nova saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (14/10).

Ia juga menemukan perumahan dan bangunan warga sekitar sangat berhimpitan dengan anak Kali Setu yang mengalir di belakang perumahan tersebut.

Nova pun mempertanyakan bagaimana pengawasan Pemprov DKI terhadap bangunan-bangunan yang berada di pinggir kali agar aman dari banjir dan tanah longsor.

"Kan harus dilihat zonanya. Kalau itu memang harus ada garis sempadan kali zona hijau atau zona biru. Kalau zona biru atau zona hijau ya harus kosong kiri dan kanannya sekian meter. Nah, kalau itu benar ya mau tidak mau harus normalisasi dengan pembebasan lahan. Pemprov beli lahan warga," jelasnya.

Ia pun mendorong agar Pemprov DKI Jakarta tidak antipati terhadap normalisasi. Justru normalisasi dapat mencegah bencana ini terjadi.

"Ada rumah warga yang berada di bibir kali. Mungkin itu bisa dibebaskan untuk menormalisasi kali tersebut. Bagaimanapun juga kali itu perlu rutin dibersihkan dari sampah maupun sedimentasi. Kalau sempit kan alat-alat sulit masuk. Pembebasan lahan diperlukan untuk itu juga," ujar anggota Fraksi NasDem itu.

Sebelumnya, dinding pagar pembatas perumahan Melati Residence longsor pada Sabtu (10/10) lalu. Longsoran menimpa beberapa rumah warga dan menutup aliran anak Kali Setu. Akibatnya seorang warga meninggal dunia karena tertimpa longsor. Sementara, tertutupnya aliran kali karena timbunan tanah membuat air melimpas dan membanjiri permukiman warga. (OL-6)

Baca Juga

MI/Ramdani

Anies: Pandemi, Satu Juta Orang di Jakarta Bekerja dari Rumah

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 19:47 WIB
Orang-orang sekarang bebas bersepeda di pagi hari sebelum berangkat kerja atau kadang berangkat kerja dengan...
MI/ANDRI WIDIYANTO

PSBB Transisi, Taman Margasatwa Ragunan Masih Sepi Pengunjung

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 16:48 WIB
Di hari Sabtu pekan lalu jumlah orang yang datang berada di kisaran 800 pengunjung dan Minggu pekan lalu mencapai 1.500...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Anies: Covid -19 Justru Membuka Peluang Dunia Digital

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 15:53 WIB
Pandemi justru membuat kegiatan masyarakat lebih leluasa lantaran kegiatan dilakukan secara daring, masyarakat lebih bebas memilih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya