Rabu 14 Oktober 2020, 17:15 WIB

Perkara Nurhadi Segera Disidangkan

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Perkara Nurhadi Segera Disidangkan

MI/Adam Dwi
.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan penyidikan dan penyusunan dakwaan perkara suap dan gratifikasi yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi serta menantunya Rezky Herbiyono. Berkas perkara keduanya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat untuk segera disidangkan.

"Hari ini tim jaksa penuntut umum (JPU) melimpahkan berkas perkara terdakwa Nurhadi dan Rezky Herbiyono ke Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (14/10).

Tim jaksa KPK kini tinggal menunggu penetapan jadwal sidang dan penunjukan majelis hakim. Penahanan Nurhadi dan Rezky selanjutnya menjadi kewenangan pengadilan. Sidang perdana nanti jaksa KPK membacakan surat dakwaan.

"JPU akan menunggu penunjukan majelis hakim dan penetapan hari sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan. Penahanan selanjutnya menjadi kewenangan majelis hakim," ujar Ali Fikri.

Nurhadi dan Rezky disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selama tahapan penyidikan, komisi sudah memeriksa 167 saksi untuk keduanya. KPK mengindentifikasi tiga dugaan penerimaan suap dan gratifikasi yang diterima Nurhadi yang berjumlah total Rp46 miliar.

Dugaan sumber penerimaan pertama terkait perkara perdata PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero). Dugaan sumber penerimaan suap kedua yakni pengurusan perkara perdata sengketa saham PT MIT.

Ketiga, KPK juga menduga Nurhadi menerima gratifikasi terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah untuk tingkat kasasi serta PK di MA dan permohonan perwalian. Dalam kasus itu, KPK total telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni Nurhadi beserta menantunya Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

Nurhadi dan Rezky ditangkap KPK setelah menjadi DPO atau buron selama hampir 4 bulan. Hiendra sampai saat ini masih berstatus buron.

Di saat yang sama, KPK juga terus menelisik aset-aset Nurhadi terkait dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). KPK telah menyita aset berupa dua kebun kelapa sawit seluas 33.000 meter persegi dan 530,8 hektare di Kabupaten Padang Lawas, Sumatra Utara.

Komisi antirasuah juga sudah menyita vila milik Nurhadi di daerah Gadog, Kecamatan Megamendung, Bogor. Ada juga penyitaan terhadap belasan motor besar alias moge, mobil, dan sepeda. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Sempat Terjadi Kericuhan, Demo Omnibus Law Berakhir Tertib

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 20:54 WIB
Aksi itu dapat diredam setelah personel Marinir membujuk dan mengawal massa untuk membubarkan...
Antara

Dilobi Presiden, NU Kukuh Tolak RUU Ciptaker

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 20:05 WIB
Namun demikian, ungkap Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, pihaknya tetap menggunakan jalur konstitusional untuk melakukan...
Antara

Aktivis '98 Ingatkan BEM-SI Waspadai Penumpang Gelap

👤Selamat Saragih 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 19:55 WIB
TOKOH aktivis '98, Wahab Talaohu, mengingatkan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) mewaspadai adanya penumpang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya