Rabu 14 Oktober 2020, 17:00 WIB

Setengah Terumbu Karang Great Barrier Reef Mati

Bagus Pradana | Weekend
Setengah Terumbu Karang Great Barrier Reef Mati

Unsplash/ Ahmed Areef
(Ilustrasi) Dibandingkan 25 tahun lalu, pemutihan karang di Great Barrier Reef telah mencapai setengah luasannya.

RISET dari peneliti di James Cook University, Australia, menunjukkan bahwa kematian terumbu karang terus terjadi di Great Barrier Reef. Kematian terumbu itu bahkan disebut mencapai setengah luasan dari gugusan yang merupakan karang penghalang terbesar di dunia tersebut. 

Tidak hanya areal kematian karang yang mencemaskan, jumlah spesies yang hilang pun sangat menyedihkan. "Mereka berkurang sekitar 80 hingga 90 persen bila dibandingkan dengan 25 tahun lalu," ungkap profesor Terry Hughes, peneliti dari University James Cook kepada AFP/france24.com, Rabu (14/10). Penelitiannya telah terbit di Proceedings of the Royal Society Journal.

Meski laju kehilangan spesies itu dibandingkan dengan kondisi 25 tahun lalu, kondisi ini tetap kritis. Sebab terumbu merupakan tempat hidup plankton yang merupakan makanan ikan. Jika terumbu mati maka keberadaan sumber daya perikanan pun terancam. 

"Mereka menyediakan celah-celah kecil yang menjadi tempat bergantung dari  ikan dan makhluk lain, sehingga kehilangan karang raksasa tersebut jelas akan mengubah ekosistem laut yang lebih luas," sambungnya.

Selain memiliki fungsi alami sebagai pemecah gelombang, Great Barrier Reef yang memebentang sepanjang 2.300 kilometer juga merupakan penyumbang devisa yang cukup besar bagi sektor pariwisata Australia. Setidaknya $ 4 miliar per tahun atau sekitar Rp58 triliun dihasilkan dari kunjungan wisata pada destinasi tersebut.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa gugusan karang tersebut terancam akan terus mengalami kematian (pemutihan karang) kecuali jika negara-negara di dunia berhasil memenuhi komitmen Perjanjian Iklim Paris 2015 untuk menjaga rata-rata kebaikan suhu global di bawah 2 derajat Celcius. "Dibutuhkan sekitar satu dekade untuk memulihkan setengah dari spesies terumbu karang tersebut,"  tambah Profesor Hughes. (M-1)

Baca Juga

Dok. Nasa

Astronot Jalani Isolasi Mandiri Sebelum Kembali Ke Bumi

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 07:20 WIB
Tidak hanya beberapa minggu, kini astronot yang akan kembali ke bumi menjalani isolasi mandiri selama...
Science Film Festival 2020/ Goethe-Institut

Sains yang Menghibur di SFF 2020

👤Galih Agus Saputra 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 06:20 WIB
Science Film Festival 2020 digelar Goethe - Institut dari 20 Oktober - 6 November...
Dok. Everyday is a Lullaby

Everyday is a Lullaby Tayang Perdana di Busan

👤Fathurrozak 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 21:06 WIB
Film karya Putrama Tuta itu jadi satu-satunya perwakilan Indonesia di ajang BIFF...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya