Rabu 14 Oktober 2020, 14:45 WIB

Istana Tunda Pertemuan dengan Sekutu Oposisi Malaysia

Faustinus Nua | Internasional
Istana Tunda Pertemuan dengan Sekutu Oposisi Malaysia

AFP/Mohd Rasfan
.

 

ISTANA Nasional Malaysia menunda audiensi dengan raja untuk sekutu pemimpin oposisi Anwar Ibrahim. Ini terjadi saat pergolakan baru untuk jabatan perdana menteri negara itu.

Anwar, Selasa (13/10), telah bertemu dengan Raja Al-Sultan Abdullah untuk membuktikan bahwa ia memiliki dukungan mayoritas parlemen yang meyakinkan untuk membentuk pemerintahan baru. Hal itu memicu pertengkaran politik baru, hanya beberapa bulan setelah Perdana Menteri Muhyiddin Yassin naik ke jabatan.

Dalam suatu pernyataan, Rabu (14/10), para pemimpin oposisi Partai Aksi Demokratik (DAP) dan Amanah mengatakan mereka awalnya dipanggil untuk audiensi terpisah dengan raja.

"Namun, tadi malam sekretaris pribadi senior Yang Mulia memberi tahu kami bahwa kedua sesi dengan Yang Mulia telah ditunda." Demikian bunyi pernyataan yang ditandatangani Sekretaris Jenderal DAP Lim Guan Eng dan Presiden Amanah Mohamad Sabu.

Pada konferensi pers pada Selasa, Anwar mengatakan dia telah menyerahkan dokumen kepada raja untuk membuktikan bahwa dia mendapat dukungan lebih dari 120 anggota parlemen di 222 kursi parlemen.

Namun Istana kemudian mengonfirmasi bahwa Anwar telah mengajukan sejumlah anggota parlemen yang dia katakan mendukungnya, tetapi bukan identitas pendukungnya.

Raja memainkan peran yang sebagian besar bersifat seremonial. Akan tetapi dia dapat menunjuk seorang perdana menteri yang menurutnya kemungkinan akan memimpin mayoritas. Pemerintah baru biasanya dipilih di Malaysia tetapi raja memainkan peran dalam kasus tertentu.

Awal tahun ini, di puncak perselisihan politik yang menyebabkan jatuhnya pemerintahan Mahathir Mohamad, raja menunjuk Muhyiddin sebagai perdana menteri setelah bertemu dengan setiap anggota parlemen untuk mengetahui orang yang mereka dukung.

Kritikus mengatakan Muhyiddin, yang bertahan dengan mayoritas dua kursi di parlemen, telah mencuri kekuasaan dengan menggeser aliansi, alih-alih mendapatkannya di kotak suara. (CNA/OL-14)

Baca Juga

JEON HYEONG-JIN / AFP FILES / AFP

Bos Samsung Wafat, Segini Harta yang Ditinggalkan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 14:39 WIB
Konglomerat dari Negeri Ginseng itu memegang US$376 miliar aset atau Rp5507 triliun, menurut Komisi Perdagangan Adil Korea...
Antara

Penelitian di Inggris, Antibodi Covid-19 Tidak Bertahan Lama

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 14:13 WIB
Temuan itu menunjukkan perlindungan setelah infeksi mungkin tidak bertahan lama dan meningkatkan prospek penurunan kekebalan di...
AFP/Michal Cizek

Rep Ceko Berlakukan Jam Malam untuk Tekan Kasus Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 12:06 WIB
Negara berpenduduk 10,7 juta jiwa itu telah mencatatkan lebih dari 260 ribu kasus dan lebih dari 2.300 kematian sejak pandemi dimulai pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya