Rabu 14 Oktober 2020, 13:35 WIB

Dorong Pemberdayaan Perempuan, Indonesia-Iran Tukar Pengalaman

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
Dorong Pemberdayaan Perempuan, Indonesia-Iran Tukar Pengalaman

Kementerian PPPA
Workshop virtual pemerintah Indonesia dan Iran soal pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender melalui TIK.

 

PEMERINTAH Indonesia dan Iran saling bertukar praktik terbaik dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender melalui teknologi, informasi dan komunikasi (TIK). Sebagai tindak lanjut dari kerja sama itu, kedua negara melakukan workshop bersama pada 13-14 Oktober 2020.

Dalam workshop ini, pemerintah Indonesia diwakili oleh Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan Pemerintah Republik Islam Iran melalui Kantor Wakil Presiden Perempuan dan Urusan Keluarga dan Kementerian Teknologi Informasi dan Komunikasi.

“Melalui berbagi informasi dan penyebaran praktik terbaik yang melandasi pertemuan ini, kami bertujuan memperkuat kapasitas kedua negara guna meningkatkan kemampuan perempuan dalam mengakses dan memanfaatkan TIK untuk mengoptimalkan potensi mereka. Selain itu, kami berupaya untuk berbagi pembelajaran dalam memberikan mekanisme perlindungan anak dari kejahatan dunia maya,” jelas Menteri PPPA Bintang Puspayoga, Rabu (14/10).

Dari sisi ekonomi, peluang usaha melalui digital dinilai sangat potensial. Data menunjukkan bahwa sepanjang pandemi transaksi ritel daring di Indonesia meningkat secara signifikan dari 4,7% menjadi 28,9% sementara transaksi offline turun dari 52,3% menjadi 28,9% (MarkPlus).

Sekitar 99,99 % dari bisnis di Indonesia adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dengan lebih dari 50% dimiliki dan dikelola oleh perempuan.

Oleh karena itu menurut Menteri Bintang, akses dan kesempatan bagi perempuan terhadap digital harus dibuka lebar. Akses dan peluang yang setara bagi perempuan harus diperluas untuk mengembangkan potensi perempuan.

“Saya sangat yakin bahwa potensi perempuan tidak bisa dianggap remeh," cetus Bintang.

Kejahatan dunia maya
Senada, Wakil Presiden Republik Islam Iran Bidang Wanita dan Urusan Keluarga, YM Dr Masoumeh Ebtekar mengamini, pemberdayaan perempuan dalam TIK sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan dan kemajuan bagi perempuan.

Menurutnya, penyediaan akses yang adil ke dunia maya atau internet telah memberikan peluang besar bagi pendidikan, pekerjaan, dan kemajuan budaya. Meski begitu tantangannya juga sangat beragam.

“Di tingkat global kita masih menghadapi banyak tantangan termasuk kesenjangan digital khususnya kesenjangan gender atas akses terhadap literasi internet dan keterampilan di dunia maya, serta kejahatan dunia maya yang perlu kita tangani,” ucapnya.

Bintang Puspayoga juga menekankan hal yang sama. Selain kaum perempuan, pihaknya juga mengkhawatirkan kejahatan anak dari pornografi dan konten eksploitasi lainnya di dunia maya yang meningkat selama pandemi covid-19.

"Meskipun terobosan positif dihasilkan melalui kemudahan internet, kita perlu tetap waspada terhadap kelemahan yang mungkin berdampak bagi anak-anak kita,” pesannya. (H-2)

Baca Juga

ANTARA/Olha Mulalinda

Komorbid Jadi Penyebab Terbanyak Kematian Pasien Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 07:56 WIB
Komorbid menjadi penyebab terbanyak kematian pasien covid-19 di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi...
Dok Book My Show

Bersepeda Sembari Beramal di Bike for Hope

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 06:21 WIB
Tujuan utama dari acara Bike for Hope adalah donasi untuk pekerja seni yang terkena dampak...
MI/Adam Dwi

Suryopratomo Mimpi Jadi Pemain Sepak Bola

👤Suryani Wandari Putri 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 04:40 WIB
WARTAWAN senior Suryopratomo, 59, tak pernah sekalipun memimpikan menjadi Duta Besar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya