Rabu 14 Oktober 2020, 07:32 WIB

Oposisi Belarus Beri Ultimatum untuk Lukashenko

Faustinus Nua | Internasional
Oposisi Belarus Beri Ultimatum untuk Lukashenko

AFP/STR
Aksi demonstrasi di Minsk, Belarus

 

PEMIMPIN oposisi Belarus Svetlana Tikhanovskaya, Selasa (13/10), mengatakan dia akan mengumumkan pemogokan di seluruh negeri kecuali Presiden Alexander Lukashenko mengumumkan pengunduran dirinya, menghentikan kekerasan, dan membebaskan tahanan politik pada 25 Oktober.

"Jika tuntutan kami tidak dipenuhi pada 25 Oktober, seluruh negeri akan turun ke jalan, dengan damai," kata Tikhanovskaya, yang berada di pengasingan di Vilnius, dalam sebuah pernyataan.

"Pada 26 Oktober, semua perusahaan akan mulai mogok, semua jalan akan diblokir, dan toko-toko milik negara tidak ada lagi penjualan," tambahnya.

Baca juga: Belarus Ancam akan Tembaki Pengunjuk Rasa

Ultimatum Tikhanovskaya datang ketika polisi di Belarus menahan 186 orang pada protes di seluruh negeri, menurut Kementerian Dalam Negeri.

Sebelumnya, kementerian memberi izin kepada polisi untuk menggunakan senjata tempur di jalan-jalan jika diperlukan. Lantaran pasukan keamanan kembali bentrok dengan pengunjuk rasa yang ingin Lukashenko mundur setelah pemilihan 9 Agustus yang disebgketakan.

Para pengunjuk rasa meneriakan kata fasis, dalam aksi yang menegangkan itu. Sementara, pasukan keamanan membalas dengan pistol suar. Suara ledakan pun bisa terdengar saat gumpalan asap abu-abu memenuhi udara di tempat kejadian. Tidak ada laporan langsung tentang cedera atau penangkapan.

Seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri mengonfirmasi polisi telah menggunakan pistol suar dan gas air mata untuk membubarkan unjuk rasa yang tidak sah.

"Protes, yang sebagian besar bergeser ke Minsk, telah menjadi terorganisir dan sangat radikal," kata Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan.

"Dalam hal ini, pegawai Kementerian Dalam Negeri dan pasukan internal tidak akan meninggalkan jalanan dan, jika perlu, akan menggunakan peralatan khusus dan senjata militer," katanya.

Puluhan ribu warga Belarus berdemonstrasi setiap akhir pekan sejak pemilu yang menyatakan Lukashenko sebagai pemenang. Lawannya mengklaim pemungutan suara itu dicurangi, tuduhan yang dibantah Lukashenko, yang telah berkuasa selama 26 tahun dan kini telah beralih ke Rusia untuk mendapatkan dukungan finansial dan lainnya untuk mempertahankan kekuasaan. (France24/OL-1)

Baca Juga

DOK MI

Pasukan Afganistan Tewaskan Pimpinan Senior al Qaeda

👤Widhoroso 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 14:30 WIB
Al-Masri, yang diyakini sebagai orang kedua di al Qaeda, tewas dalam operasi khusus di provinsi...
AFP/TIMOTHY A. CLARY

AS Catat Rekor Kasus Covid-19 Tertinggi 2 Hari Berturut-turut

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 12:17 WIB
Negara itu melaporkan 88.973 infeksi baru antara Jumat (23/10) pukul 20.30 Jumat hingga Sabtu (24/10) pukul 20.30 waktu...
AFP/STR

Pernyataan Macron Sebabkan Produk Prancis Diboikot di Timur Tengah

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 12:10 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengkritik kelompok Islam dan berjanji tidak akan melarang kartun Nabi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya