Rabu 14 Oktober 2020, 00:40 WIB

Pandemi tidak Surutkan Semangat Meraih Prestasi

MI/AGUNG WIBOWO | Fokus
Pandemi tidak Surutkan Semangat Meraih Prestasi

ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
Pandemi tidak Surutkan Semangat Meraih Prestasi

Pandemi memaksa berbagai kompetisi baik berskala lokal, nasional, maupun internasional dijadwal ulang bahkan banyak yang harus dibatalkan. Pembatasan sosial berskala besar membatasi ruang gerak para atlet agar terhindar dari virus covid-19.

Kondisi yang tidak menguntungkan itu tidak menyurutkan semangat atlet untuk selalu mengasah diri. Semangat meraih prestasi membangkitkan jiwa-jiwa yang haus kompetisi.

Sejak virus merebak di Indonesia pada Juni, atlet taekwondo Defia Rosmaniar berlatih secara mandiri di rumahnya di bilangan Ciomas, Bogor Jawa Barat. Taekwondoin nomor tunggal poomsae dan penyumbang emas pertama Indonesia saat ASEAN Games 2018 itu terus berlatih meningkatkan kemampuan untuk persiapan mengikuti kompetisi berikutnya.

Selain itu, perenang I Gede Siman Sudartawa berlatih dengan klubnya, Millennium Aquatic, di Kolam Renang Cikini, Jakarta. Latihan tetap dilakukan setiap hari oleh peraih medali emas nomor 50 meter gaya punggung putra itu untuk menjaga fisik dan performanya.

Sejumlah atlet angkat berat Jawa Tengah juga berlatih bersama di gedung olahraga Perkumpulan Masyarakat Solo (PMS), Jebres, Solo, Jawa Tengah. Latihan tersebut rutin digelar untuk pembinaan atlet muda dan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional.

Semangat membara ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang ke-37 secara virtual. Presiden menekankan olahraga tidak hanya bisa menyehatkan jasmani, tetapi juga bisa memperkukuh jiwa patriotisme dan nasionalisme.

"Olahraga membangun karakter disiplin, membangun karakter sportif bahwa menang dan kalah itu biasa, membangun karakter perjuangan, pekerja keras, memperkuat karakter kolaborasi dalam teamwork, dan bahkan memperkukuh jiwa patriotisme dan nasionalisme," terang Jokowi.

Jiwa-jiwa pejuang tersebar diseluruh pelosok negeri. Atlet-atlet dari berbagai cabang olahraga yang memiliki karakter jiwa patriotisme, bekerja keras, dan disiplin tidak pernah mau berdiam diri. Mereka melawan pandemi demi prestasi.

Baca Juga

ANTARA/DEDHEZ ANGGARA

Terima Nasib

👤MI/AGUNG WIBOWO 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 00:55 WIB
TIDAK adanya sentuhan teknologi dalam produksi garam tradisional menyebabkan rendahnya kualitas...
ANTARA /YUSUF NUGROHO

Potret Suram Petani Garam

👤Mohammad Ghazi 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 00:45 WIB
STOK garam rakyat di sejumlah sentra produksi garam Kabupaten Pamekasan, Madura, hingga pertengahan Oktober ini masih menumpuk di sejumlah...
 (ghozi/MI)

Butuh Sentuhan Teknologi

👤(UL/PO/E-3) 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 00:35 WIB
SALAH satu penyebab rendahnya mutu garam dalam negeri ialah proses produksi yang masih dilakukan secara tradisional dan ketidakmampuan para...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya