Selasa 13 Oktober 2020, 15:35 WIB

Masih Pandemi, Bisnis Kecantikan Terapkan Prokes Ketat

Mediaindonesia.com | Nusantara
Masih Pandemi, Bisnis Kecantikan Terapkan Prokes Ketat

Dok.Ist
Seorang pegawai klinik kecantikan tengah merawat konsumen.

 

PANDEMI covid-19 yang melanda Tanah Air dan banyak negara di duni memang telah melumpuhkan banyak sektor. Itu sebabnya di masa adaptasi kebiasaan baru, sejumlah usaha mulai mencoba kembali menggeliat, salah satunya bisnis kecantikan.

Meski begitu, karena angka penularan covid-19 di Indonesia masih tinggi, penerapan protokol kesehatan yang ketat pun menjadi sesuatu yang mutlak. Di samping itu, penerapan prokes juga menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kepercayaan konsumen bahwa mereka bisa mendapatkan pelayanan yang aman.

Baca juga: Baru 671 Akomodasi Wisata di Bali yang Bersertifikasi Prokes

Langkah itu salah satunya diterapkan klinik kecantikan Krystal & Co yang beroperasi di Surabaya, Jawa Timur dan Jakarta. “Perkembangan bisnis kecantikan sempat mengalami penurunan saat pandemi, terutama di awal diberlakukannya PSBB. Tapi semenjak Juli kondisinya sudah membaik,” ujar Thesa Kristal, Beauty Director Krystal & Co.

Untuk mencegah penularan covid-19, lanjut Thesa, pihaknya menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti, membatasi dan mengatur kedatangan klien per harinya supaya aturan jaga jarak bisa diterapkan dengan benar. “Untuk itu kami melakukan sistem open by appointment, supaya klien merasa aman dan nyaman.”

Tentu saja, sambungnya, pembersihan rutin juga dilakukan. Termasuk, mendisinfektan ruangan dengan sinar UV light setiap sebelum dan sesudah kedatangan konsumen. Rapid tes rutin dilakukan pada semua karyawan/beautician. “Mereka memakai celemek sekali pakai, penutup kepala, menggunakan APD, masker, dan sarung tangan sekali pakai. Alas tempat tidur untuk klien juga yang jenis sekali pakai. Kalau prosedur sterilisasi alat yang dipakai dan penggunaan jarum sekali pakai sudah diterapkan sejak lama sebelum ada pandemi,” terang Thesa.

Selain menerapkan protokol kesehatan, menurut Thesa, kreativitas pemasaran juga sangat penting agar bisnis tetap bisa bertahan, bahkan berkembang, di tengah pandemi. Ia misalnya, menerapkan sejumlah strategi, termasuk menggandeng pihak lain seperti Sang Pisang, untuk kerja sama promosi dan pemasaran.

Terkait dengan tren peminatan konsumen, Marketing Communication Manager Krystal & Co, Rima Sukmawaty Tambunan, menjelaskan salah satu layanan  yang diminati konsumen saat ini ialah layanan Krystal Blossom Lips, yakni sulam semi permanen untuk si bibir gelap.

“Prosedur kosmetika ini memasukkan pigmen warna menggunakan jarum berukuran kecil. Krystal Blossom Lips ramai dipesan dari awal tahun 2019 oleh berbagai usia. Teknik yang dilakukan sudah bukan seperti sulam jaman dulu. Kini makin banyak diminati karena minim bengkak, bisa langsung terkena air, sedikit downtime, dan hasilnya maksimal,” papar Rima. (RO/A-1)

 

Baca Juga

ANTARA/Wahdi Septiawan

Bentrok Antarwarga di Kerinci, Satu Tewas

👤Sol Mi 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 14:11 WIB
Bentrokan yang melibatkan ratusan orang itu melibatkan warga Desa Muak, Kecamatan Bukit Kerman, dengan warga Desa Semerap, Kecamatan Danau...
MI/JANUARI HUTABARAT

Sumut Jadi Lumbung Komoditas Bawang dan Kentang

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 14:10 WIB
Food estate ketiga komoditas berlokasi di Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Pakpak...
MI/Kristiadi

Sungai Cikaso dan Ciputrahaji Meluap dan Merendam Ratusan Rumah

👤Kristiadi 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 13:51 WIB
Hujan deras semalaman menimbulkan aliran Sungai Ciputrahaji dan Sungai Cikaso meluap dengan ketinggian air mencapai 1,5...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya