Selasa 13 Oktober 2020, 18:35 WIB

Gubernur BI: Transaksi Pembayaran Tunai dan Nontunai Meningkat

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Gubernur BI: Transaksi Pembayaran Tunai dan Nontunai Meningkat

MI/Dwi Apriani
Pemanfaatan transaksi nontunai menjadi salah satu upaya untuk mencegah penyebaran covid-19.

 

GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa transaksi sistem pembayaran baik tunai maupun nontunai menunjukkan peningkatan sejalan dengan perbaikan ekonomi, disertai dengan percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan. Hal ini terlihat dari Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) yang tumbuh meningkat 5,82% (yoy) pada Agustus menjadi 7,20% (yoy) sehingga pada September 2020 tercatat Rp762,1 triliun.

Transaksi pembayaran menggunakan ATM, kartu debit, kartu kredit, dan uang elektronik (UE) juga menunjukkan perbaikan dengan lebih rendahnya kontraksi pertumbuhan dari 13,94% (yoy) pada Juli menjadi 6,86% (yoy) pada Agustus.

Baca juga: Polda dan BI Sosialisasi Pembayaran Nontunai untuk Tekan Pandemi

"Di lain pihak, transaksi ekonomi dan keuangan digital meningkat pesat sejalan dengan penggunaan platform dan instrumen digital di masa pandemi, serta semakin kuatnya preferensi dan akseptasi masyarakat akan transaksi digital," ungkapnya dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring, Selasa (13/10).

Perry menambahkan bahwa pertumbuhan nilai transaksi UE pada Agustus 2020 tercatat 33,80% (yoy), meningkat tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 24,42% (yoy). Volume transaksi digital banking juga mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 52,69% (yoy) pada Agustus, meningkat dari capaian bulan sebelumnya sebesar 38,81% (yoy).

"Ke depan, Bank Indonesia terus mempercepat digitalisasi pembayaran dan perluasan ekosistem digital melalui kolaborasi dengan Pemerintah, bank, fintech, dan e-commerce untuk pemulihan ekonomi nasional, khususnya program bansos Pemerintah, penyaluran kredit dan digitalisasi UMKM, sejalan dengan Gernas BBI," ujar Perry.

"Sejumlah langkah terus dilakukan, termasuk perluasan ekosistem QRIS, penggunaan big data, aplikasi API (Application Programming Interface), serta penguatan pengawasan fraud dan siber pada pembayaran digital," pungkasnya. (Des/A-1)

Baca Juga

MI/ INSI NANTIKA JELITA

Kemudahan Berinvestasi di Tengah Pandemi

👤(Ins/medcom/X-8) 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 02:00 WIB
BERLOKASI di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, restoran berkonsep perpaduan Tiongkok dan Jepang, Twelve Chinese Dining, memberanikan diri...
Dok.MI

Sinkronisasi Turunan UU Ciptaker Segera Disusun

👤 (Medcom.id/X-10) 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 01:45 WIB
PEMERINTAH tengah menyiapkan aturan turunan Undang-Undang Cipta Kerja (UU...
Antara

Perizinan itu Sumber Korupsi

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 01:35 WIB
UNDANG-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR dinilai dapat memperbaiki perekonomian nasional melalui kepastian perizinan berusaha...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya