Selasa 13 Oktober 2020, 17:13 WIB

Berkebun (tetap) Asyik di Musim Hujan

Weekend | Weekend
Berkebun (tetap) Asyik di Musim Hujan

123RF
Ada sejumlah tips agar berkebun di musim hujan tetap asyik.

Musim hujan telah datang. Para pencinta tanaman hias, utamanya yang baru saja menekuni hobi ini, mesti punya sejumlah persiapan agar anak-anak hijau tetap sehat di musim ini. Jangan sampai tanaman Anda kedatangan tamu tak diundang yang bisa membuatnya busuk dan mati. 

Agar para plant parent tidak salah rawat, sejumlah plantfluencer telah berbagi kiat kepada Media Indonesia. Apa saja tips dari Pandasurya (@kebunnyabinarbumi), Dita Lubis (@didoet), Asoka Remadja (@asokaremadjas), Titi Akmar (@travelmom.id)? 

Yuk, disimak! 


1.  Kenali karakter tanaman hias
Tanaman hias mempunyai karakter yang berbeda-beda. Ada yang doyan air dan tahan terkena hujan terus-menerus. Tapi, ada juga yang sebaliknya, lebih suka medium yang kering dan bahkan tahan tidak tersiram air hingga berhari-hari. Pelajari tanaman Anda sebelum membiarkannya terus menerus kehujanan, khususnya bila tanaman itu ditempatkan dalam pot. 
"Beberapa jenis tanaman hias memang ada yang lebih rentan dengan musim hujan, bisa ditandai dengan munculnya bercak berwarna kuning di bagian daunnya," ujar Pandasurya. Bercak kuning bisa berarti tanaman Anda sudah 'kembung' air
"Biasanya tanaman berbatang keras kuat dengan panas dan hujan, kalau batang lembek tidak suka dengan banyak air," tambah Dita. 

2.  Sesuaikan media tanam dan posisi pot
Mengenali sifat tanaman membuat Anda mengetahui media tanam yang cocok untuknya. Banyak tanaman hias menyukai media yang lembap, namun tidak becek. Supaya tanaman Anda tidak 'kembung' di musim hujan, beri ia media tanam yang gembur sehingga air segera mengalir ke luar pot. 
“Pastikan medianya porous (gembur) atau disesuaikan dengan jenis tanaman. Letakkan di teras yang berangin. Jika indoor, bukalah jendela dengan lebar,” ujar Titi.
Jika hujan turun berkesinambungan secara intens, bisa amankan tanaman Anda di teras rumah atau area khusus yang terlindung serta sirkulasi udara yang seimbang.
“Di rumah saya ini terbagi dalam dua area, outdoor dan semi outdoor. Untuk outdoor sudah saya atur dengan tanaman yang tahan panas dan hujan. Jika, ada tanaman yang tidak bisa terus-menerus terkena hujan biasanya saya pindah ke area semi outdoor untuk sementara,” kata Dita.

3. Atur kembali frekuensi siram 
Jika sudah memasuki musim hujan serta udara menjadi lembap, sangat disarankan untuk mengurangi penyiraman tanaman hias.
“Kebanyakan tanaman hias itu akarnya serabut, sehingga sensitif dengan air yang terlalu banyak. Jadi waspada dengan kebusukan akar atau root rot. Kuantitas menyiram bisa disesuaikan jadi lebih jarang,” terang Titi. 
“Untuk tanaman hias di musim hujan, baik yang peletakannya di indoor atau outdoor, memang harus diperhatikan jangan sampai terlalu banyak disiram atau kehujanan. Artinya, media tanamnya jangan terlalu basah, ada beberapa jenis tanaman hias yang baiknya baru disiram jika media tanamnya sudah terlihat kering,” imbuh Pandasurya. 
Cara termudah untuk mengecek kelembapan media tanam ialah dengan memasukkan jari Anda sekitar dua ruas jari ke dalamnya. 

4. Siapkan obat antihama
Musim hujan rawan memicu munculnya hama pada tanaman hias. Maka dari itu, harus selalu menyiapkan pestisida, seperti fungisida dan insektisida. 
"Tanaman hias pada waktu masuk musim hujan yang perlu diperhatikan itu adalah hama, baik dari serangga sampai jamur. Jadi perlu diperhatikan yaitu obat antihama,” ujar Asoka. 
“Yang utama disiapkan pestisida khusus jamur (fungisida), bisa dalam bentuk cair, disemprot ke daun dan batang serta bisa bentuk padat yang ditanam dalam tanah supaya tanah tidak jamuran,” tambah Dita Lubis. 
Untuk waktu penyemprotan pestisida, Pandasurya menyarankan baiknya dilakukan pada pagi hari untuk menghindari hujan yang biasa datang pada sore atau malam hari.

5. Tampung air hujan
Tidak menutup kemungkinan, air hujan bagus untuk tanaman. Menurut Titi, air hujan mengandung unsur nitrogen dan berguna untuk penyusunan DNA dan protein pada tanaman serta mengadung lebih banyak oksigen dibandingkan air keran. 
Namun, Titi menyarankan agar menampung air hujan terlebih dahulu baru disiram pada tanaman jika ada tanaman yang rentan pada hujan.
Melalui pengalaman Asoka, power of hydrogen (Ph) tanah yang berlebihan pun juga bisa mengganggu tumbuh kembang tanaman. Air hujan bisa memberi kalsium untuk menetralkan tanah. (Yulia Kendriya Putrialvita/M-2) 

Baca Juga

Antara/AGI/Innersloth/Indonesian Digital Report 2020/Tim Riset MI-NRC

Popularitas Gim di Tengah Pandemi

👤Sumber: Antara/AGI/Innersloth/Indonesian Digital Report 2020/Tim Riset MI-NRC 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 05:55 WIB
GIM tampaknya telah menjadi hiburan utama bagi sebagian masyarakat selama pandemi...
Dok.MI/Duta

Sumpah Pemuda di Mata Guru dan Siswa

👤GALIH AGUS SAPUTRA 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 05:40 WIB
SOBAT Medi, sebentar lagi kita akan kembali memperingati salah satu hari bersejarah untuk negara kita...
Dok.Hanbai

Merayakan Kesetaraan Ukuran dalam Fesyen

👤Putri Rosmalia 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 03:55 WIB
MENCARI busana yang sesuai dengan ukuran memang bukan perkara mudah bagi orang dengan tubuh postur tubuh besar  (plus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya