Selasa 13 Oktober 2020, 17:15 WIB

PMI Edukasi Pengungsi Rohingya di Aceh Protokol Kesehatan

Atalya Puspa | Humaniora
PMI Edukasi Pengungsi Rohingya di Aceh Protokol Kesehatan

ANTARA/RAHMAD
Pengungsi etnis Rohingya di tempat penampungan Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Meunasah Mee Kandang, Lhokseumawe, Aceh, Kamis (13/8).

 

Sudah tiga bulan lebih Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan pelayanan kepada ratusan pengungsi rohingya yang ditampung di tempat penampungan Gedung Balai Latihan Kerja, Desa Menasah Mee Kandang, Kecamatan Muaradua, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Pelayanan yang diberikan tersebut tidak hanya sebatas memberikan bantuan berupa kebutuhan dasar para pencari suaka yang berasal dari Myanmar tersebut, tetapi memberikan edukasi sekaligus mengkampanyekan sadar akan protokol kesehatan.

"Edukasi dan kampanye protokol kesehatan bagi para pengungsi rohingya penting, mengingat saat ini Indonesia sedang dilanda pandemi covid-19, sehingga pencegahan sejak dini perlu dilakukan," kata Sekretaris Jendral PMI Pusat Sudirman Said dalam keterangan resmi, Selasa (13/10).

Baca juga: Modifikasi Makanan Jaga Asupan Gizi Lansia

Seperti diketahui tempat penampungan sementara yang dihuni 392 imigran itu fasilitasnya serba terbatas, sehingga mereka sangat rawan tertular virus yang bisa menyebabkan kematian.

Maka dari itu, relawan PMI yang dimobilisasi untuk memberikan pelayanan harus juga mengedukasi para imigran ini tentang penerapan protokol kesehatan.

Mulai dari tata cara menggunakan masker yang benar seperti saat memasangkanya harus dipegang bagian talinya dan jangan memegang bagian kainnya, sama halnya saat melepas masker tersebut.

Selain itu, untuk penggunaan masker kain, pengungsi dianjurkan agar mencucinya secara rutin minimalnya setelah empat jam dipakai.

Kemudian, meskipun tempat penampungan itu dalam kondisi yang serba terbatas, tetapi mereka harus tetap menjaga jarak dan tidak sering berkumpul.

Terakhr, pengungsi ini pun diajarkan untuk menjaga kebersihan tangannya dengan cara mencuci tangan dengan sabun yang benar mulai dari membasuh telapak, sela-sela jari hingga penggung tangan dengan menggunakan air yang mengalir.

Untuk memenuhi kebutuhan sarana protokol kesehatan, PMI pun sudah menyalurkan masker, hygiene kit dan sertiap harinya mendistribusikan air bersih ke tempat penampungan.

"Kondisi yang serba terbatas ini tentunya rawan terjadi penyebaran covid-19 dan dikhawatirkan jika ada yang tertular maka bisa dengan cepat menyebar ke para pengungsi dan tidak menutup kemungkinan relawan yang bertugas ikut terinfeksi," tambahnya.

Sudirman mengatakan edukasi sekaligus kampanye protokol kesehatan ini tentu sangat penting dan meskipun kondisi tempatnya yang terbatas, tetapi minimalnya imigran bisa mengetahui edukasi apa yang disampaikan.

Di sisi lain, pihaknya pun menjamin pelayanan untuk para pengungsi mulai dari kebutuhan dasar hingga kesehatan.

Selain itu, agar tidak jenuh para migran Rohingya tersebut juga harus diberdayakan dalam berbagai hal, agar memiliki aktivitas. 

Baca Juga

Instagram

Ersa Mayori Anteng di Rumah

👤Zubaedah Hanum 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 09:05 WIB
Model, pesinetron dan presenter Ersa Mayori, 41, mengaku tidak tergoda untuk ikut-ikutan 'mendadak liburan' seperti yang dilakukan...
OZAN KOSE/AFP

Tsunami Pada Gempa Turki Tidak Berdampak ke Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 06:24 WIB
BMKG menegaskan masyarakat diimbau tetap tenang karena tsunami tidak berdampak ke wilayah...
Shutterstock/Medcom.id

Evaluasi Segera Sistem Pembelajaran Jarak Jauh

👤Ata/Wan/X-8 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 03:58 WIB
Peristiwa memilukan itu terjadi pada 27 Oktober lalu. Korban ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi tempat tinggalnya. Dia nekad...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya