Selasa 13 Oktober 2020, 16:46 WIB

Gapero: Industri Hasil Tembakau Menderita akibat Covid-19

Wisnu AS | Ekonomi
Gapero: Industri Hasil Tembakau Menderita akibat Covid-19

Dok. Pribadi
Pengurus Gabungan Perusahaan Rokok Indonesia (Gapero).

 

PENGURUS Gabungan Perusahaan Rokok Indonesia (Gapero) Sulami Bahar berharap Kementerian Keuangan tidak membuat regulasi yang melemahkan industri termasuk industri hasil tembakau yang terpukul dan menderita akibat pandemi covid-19.  

"Harapan kami kepada pemerintah dalam ini Kementerian Keuangan agar di tahun 2021 tidak ada kenaikan tarif cukai atau status quo. Tidak ada kebijakan yang menaikkan tarif cukai rokok,” tegas Sulami yang juga ketua Gapero Surabaya dalam keterangan, Selasa (13/10/2020).

Baca juga: Tahun Depan Ada Kebijakan Baru Cukai Rokok

Pada 2019 lalu, sambung Sulami, pemerintah sebagaimana tertuang dalam PMK (Peraturan Menteri keuangan) No. 152 Tahun 2019 telah menaikkan cukai dan juga harga jual eceran rokok masing-masing sebesar 23% dan 35%.  

"Jika pemerintah menaikkan cukai rokok, itu hanya akan menambah beban industri nasional," lanjutnya.

Ketua Gapero Malang, Johni menambahkan, pemerintah perlu mengurangi penderitaan industri hasil tembakau sekaligus ikut membantu pemulihan ekonominya. Selain menyerap jutaan tenaga kerja di industri rokok juga tenaga kerja di sektor perkebunan serta sektor turunan lainnya.

“Pemerintah sudah seharusnya menunda kenaikan cukai rokok dan perlu fokus pada pertumbuhan ekonomi agar perkeonomian nasional kembali normal. Jika pemerintah tidak menaikan cukai rokok akan menyelamatkan ratusan ribu hingga jutaan tenaga kerja,” harap dia.

Pengurus APTI (asosiasi petani tembakau Indonesia) Nusa Tenggara Barat, Sahmihudin, juga mendesak pemerintah untuk tidak mengeluarkan kebijakan menaikan tarif cukai pada 2021 mendatang. Penaikan cukai mengurangi jumlah penjualan dan produksi rokok.

"Bukan hanya pelaku dan karyawan industri rokok yang menderita melainkan juga petani tembakau pun menderita. Karena itu, kami meminta kepada pemerintah khususnya Menteri Keuangan Sri Mulyani agar tidak menaikkan cukai rokok,” pintanya.

Baca juga: Ini Penjelasan Sri Mulyani Soal Kenaikan Cukai Rokok 23%

Hal senada disampaikan pengurus APTI Jawa Barat Suryana. Ia mengatakan, pegawai pabrik rokok bakal berkurang kalau cukai dinaikkan. Itu berarti mempersulit rencana pemerintah melakukan perbaikan dan pertumbuhan ekonomi.

“Ketua dan anggota Komisi IV DPR RI juga ketua dan anggota Komisi XI DPR RI agar meminta Menteri Keuangan untuk tidak menaikan cukai rokok di tahun 2021," imbau dia. (RO/A-3)

Baca Juga

ANTARA/Raisan Al Farisi

Menaker: 18 Provinsi Sepakat Upah Minimum 2021 tidak Naik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 11:58 WIB
Keputusan tidak menaikkan upah minimum itu karena pandemi covid-19 yang berdampak pada perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi...
Dok.PPI

BUMN Didorong untuk Berkolaborasi, Bukan Berkompetisi

👤Heryadi 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 10:51 WIB
Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni mengatakan BUMN harus terus berkolaborasi bukan berkompetisi, baik...
DOK ASABRI

ASABRI Kolaborasi dengan 6 BUMN Rilis Program Kampung Milienial

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 10:46 WIB
Program ini dilaksanakan dengan kehadiran milenial di tengah-tengah masyarakat, dengan konsep keberlanjutan oleh kader-kader dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya