Selasa 13 Oktober 2020, 16:07 WIB

Pesan Korban Bom Bali I: Masyarakat Jangan Cuek

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Pesan Korban Bom Bali I: Masyarakat Jangan Cuek

Instagram
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar.

 

KEMARIN, 12 Oktober menjadi peringatan 18 tahun tragedi Bom Bali I yang merenggut setidaknya 202 jiwa dan ratusan orang lainnya terluka. Peristiwa yang mengguncang kawasan Kuta dan Denpasar dengan tiga buah bom yang meledak telah banyak meninggalkan banyak luka terutama bagi para korban dan keluarga korban yang sampai saat ini harus menerima kondisi cacat.

Mereka saat ini perlahan bangkit dari trauma yang begitu mendalam, dan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan aksi-aksi terorisme. Pada masyarakat para korban meminta untuk jangan cuek jika menemukan siapa pun di masyarakat yang menunjukkan tanda-tanda mencurigakan.

Baca juga: Peringatan Bom Bali I, Momen Penting Mengingatkan Tanggung

“Memang peristiwa ini meninggalkan duka dan trauma yang tidak ringan apalagi saya saat ini harus menerima kondisi cacat mata seumur hidup, sehingga sampai detik ini pun jika ada berita ada penangkapan teroris misalnya seperti di Bekasi pada 5 Oktober lalu, itu ada semacam trauma yang muncul. Artinya mereka masih ada di sekitar kita. Mereka belum sepenuhnya hilang. Ini harus jadi peringatan terutama bagi masyarakat agar kita waspada,” kata salah seroang korban Bom Bali I Thiolina Marpaung saat berbincang bersama Jurnalis Media Indonesia Irvan Sihombing, dalam program Journalist on Duty yang disiarkan melalui Instagram Live @mediaindonesia, Senin (12/10/2020).

Thiolina yang saat peristiwa Bom Bali I berada di Jl Legian tersebut berpesan agar masyarakat harus mengambil peran aktif melakukan pengawasan.

“Kita tentu tidak bisa hanya berharap pada kepolisian tetapi kita sebagai masyarakat harus aktif karena mereka hidup di tengah-tengah masyarakat. Jadi kita sebagai masyarakt menurut saya jangan juga terlalu cuek,” kata Thiolina yang mengalami kerusakan mata akibat bom tersebut.

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar yang juga menjadi narasumber di program Journalist on Duty mengakui bahwa terorisme masih menjadi ancaman potensial bagi Indonesia saat ini. Maka itu BNPT menyusun kerangka kebijakan dan program nasional sebagai upaya mengatasinya.

“Ada pencegahan, yaitu kesiapsiagaan nasional, dengan mendorong masyarakat untuk peduli atau peka terhadap pergerakan jaringan teror yang masuk ke segenap lapisan masyarakat. Karena bagaimana pun mereka berusaha mencari orang yang bisa direkrut. Orang yang dianggap potensial menjadi pelaku bom bunuh diri,” ujar Boy.

Selain pencegahan, BNPT juga melakukan upaya kontra radikalisasi untuk membendung paham-paham radikalisme termasuk yang dilakukan melalui berbagai propaganda di media-media sosial.

Baca juga: Buku Kisah Nyata Para Korban Tandai Peringatan 15 Tahun Bom Bali

“Kalau kita lihat di sosial media yang melalukan propaganda ini disiarkan dari luar Indonesia. Dan ini dijadikan sebagai pedoman yang ada di Indonesia. Mereka jadikan itu sebagian referensi. Bahkan tokoh mereka melakukan propaganda, apabila tidak bisa berangkat ke Irak dan Suriah, tapi bersiaplah melakukan teror di dalam negeri. Ini kita perlu antisipasi,” jelasnya. (Thx/A-3)

Baca Juga

MI/MOHAMAD IRFAN

LPSK Siap Lindungi Saksi Kasus Tewasnya Pendeta Yeremia

👤Sri Utami 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 15:03 WIB
Saat ini permohonan yang diajukan Badan Pengurus Pusat Gereja Kemah Injil Indonesia untuk keluarga dan saksi terkait penembakan pendeta...
MI/Adam Dwi

Mantan Sekretaris MA Nurhadi tidak Ajukan Eksepsi

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 14:35 WIB
Nurhadi disidang bersama terdakwa lain, yakni Rezky Herbiyono yang juga merupakan...
MI/ Adam Dwi Wapres

Wapres Minta Pesantren Lahirkan Santri ‘Gus Iwan’

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 14:33 WIB
Ma’ruf berharap agar pesantren bisa menjadi penggerak dan pusat perekonomian kerakyatan untuk mendorong ekonomi dan keuangan syariah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya