Selasa 13 Oktober 2020, 13:09 WIB

Kebijakan Strategis 2021 Fokus ke Tujuh Sektor

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Kebijakan Strategis 2021 Fokus ke Tujuh Sektor

Antara
Seorang siswa sekolah dasar mengikuti kegiatan belajar tatap muka pada masa pandemi di Kota Dumai, Dumai, Riau, Rabu (7/10/2020).

 

KEBIJAKAN strategis pemerintah di 2021 akan fokus pada penguatan tujuh sektor yang dinilai mampu berkontribusi pada pemulihan ekonomi di jangka menengah dan panjang. Fokus itu kemudian dituangkan dalam penganggaran belanja di APBN 2021 yang telah disetujui oleh DPR.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Ubaidi Socheh Hamidi dalam Bincang APBN 2021 secara virtual, Selasa (13/10). "Dari beberapa dinamika ekonomi yang terjadi, maka cara kita melakukan penetapan defisit mencapai 5,70% itu dibentuk dari penetapan belanja, tujuannya untuk mendukung kebijakan strategis 2021,” ujarnya.

Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp550,5 triliun untuk sektor pendidikan. Anggaran di pos ini merupakan yang terbesar dari 7 sektor strategis yang ada.

Kedua, ialah bidang kesehatan. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp169,7 triliun di sektor ini. Dana itu akan dimanfaatkan untuk penanganan pandemi covid-19 yang diperkirakan masih akan menghantui Tanah Air di 2021.

Ketiga, pemerintah akan mengalokasikan dana sebesar Rp421,7 triliun di bidang perlindungan sosial. Dana itu akan dimanfaatkan untuk mendukung reformasi perlindungan sosial yang dilakukan secara bertahap.

Keempat yakni sektor infrastruktur. Pemerintah akan mengalokasikan anggaran mencapai Rp413,8 triliun untuk mendukung penyediaan infrastruktur pelayanan dasar, peningkatan konektivitas, dan dukungan pemulihan ekonomi.

Kelima ialah sektor pangan, dana yang dialokasikan pemerintah di sektor ini mencapai Rp104,2 triliun. Ubaidi mengatakan dana ini akan digunakan untuk merevitalisasi sistem pangan nasional dan mendorong pengembangan food estate di Tanah Air.

Keenam yakni sektor pariwisata. Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp15,7 triliun untuk mendorong pemulihan sektor ini dan difokuskan kepada pengembangan 5 kawasan melalui skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Terakhir ialah sektor Teknologi, Informasi dan Komunikasi/Information and Communication of Technology (TIK/ICT). Anggaran yang dialokasikan pemerintah pada sektor ini mencapai Rp29,6 triliun untuk mendukung optimalisasi pemanfaatan TIK. (E-3)

Baca Juga

ANTARA/Dedhez Anggara (STR)

Target Tinggi, Akselerasi FLPP Tahun Depan Mesti lebih CepatĀ 

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 22:15 WIB
Dengan target penyaluran KPR FLPP 2021 sebesar 157.500 unit senilai Rp19,1 triliun, bank pelaksana harus bekerja dua kali...
MI/Susanto

Sri Mulyani: Kesenjangan Teknologi Terjadi di Indonesia

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 21:59 WIB
Transformasi digital itu dilakukan melalui pemberian subsidi berupa internet gratis kepada siswa, guru hingga pendidikan tinggi guna...
Dok OJK

Perkokoh Daya Tahan Ekonomi, OJK Dukung Kemendes Dirikan LKD

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 21:56 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan keberadaan LKD ini sejalan dengan program OJK, Kemendes, dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya