Selasa 13 Oktober 2020, 12:16 WIB

Sektor Pariwisata di Babel Sumbang Pengangguran Selama Pandemi

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Sektor Pariwisata di Babel Sumbang Pengangguran Selama Pandemi

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Sejumlah kapal lego jangkar di pulau Batu Berlayar, Belitung Barat.

 

SEJAK pandemi covid-19 di Provinsi Bangka Belitung (Babel) menyebabkan 3.601 pekerja di rumahkan dan 369 di-PHK. Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Babel, Harrie Patriadi mengatakan berdasarkan data sekitar 3.232 pekerja dari 138 perusahaan dirumahkan. 

"Selama Januari-Mei, total jumlah pekerja yang terdampak pandemi covid-19 ada 3.601 orang," kata Harrie, Selasa (13/10).

Hingga Oktober ini, ia memperkirakan pekerja yang di-PHK sudah mulai mengalami penurunan.

"Asumsinya begini banyaknya sudah berjalan. Istilahnya new normal, seperti perhotelan. Karena yang paling terdampak pandemi Covid-19 ialah sektor pariwisata. Tidak hanya perhotelan, tapi juga pendukung pariwisata seperti travel dan lainnya mengalami penurunan," ujarnya.

Ia menyebutkan, Belitung menjadi kabupaten tertinggi untuk pekerja yang dirumahkan dan mengalami PHK, yakni 1.295 pekerja. Disusul Kota Pangkalpinang 1.092 pekerja, Kabupaten Bangka Tengah 559 pekerja, Kabupaten Bangka 347 pekerja, Kabupaten Basel 161 pekerja, Kabupaten Belitung Timur 114 pekerja, dan Kabupaten Bangka Barat 33 pekerja.

Pihaknya menilai 80 persen hotel sudah mulai dibuka kembali walaupun belum maksimal. Dengan kondisi tersebut sekitar 50 persen pekerja yang di-PHK dan dirumahkan sudah mulai bekerja kembali.

"Istilah PHK dan dirumahkan itu hubungan industrial antara pekerja dan perusahaan. Nah kalau PHK ini mereka ada hak yang harus dipenuhi, tapi umumnya diselesaikan secara kesepakatan bersama. Karena kemampuan perusahaan saat ini mengalami bencana covid ini jadi bermasalah," imbuh dia.

baca juga: Pemda NTT Didorong Daftarkan Kekayaan Indikasi Geografis

Ia meminta para pekerja yang memiliki keahlian khusus dapat membuka wirausaha mandiri. Setiap pekerja diharapkan bisa melakukan kreativitas dan berkolaborasi, karena tidak bisa hanya menunggu. Sementara Bangka Belitung bukan daerah dengan industri padat. Kendati demikian, pihaknya mendorong masyarakat dapat melakukan aktivitas yang padat karya, dengan melibatkan banyak orang untuk suatu kegiatan

"Kita berharap semua investasi perusahaan memiliki strategi yang kreatif agar para pekerja dapat bekerja kembali. Karena kalau sifatnya menunggu berdampak pada daya beli dan tingkat perekonomian," ucap dia.(OL-3)

Baca Juga

MI/Arnoldus Ndae

JK: Pandemi Covid-19 Beres di Indonesia pada 2022

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 17:40 WIB
KETUA Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menyatakan butuh waktu sampai tahun 2022 bagi Indonesia untuk benar-benar pulih dari...
dok.mi

Kasus Positif Covid-19 di Bali Trennya Menurun

👤Ruta Suryana/Arnold Dae 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 16:55 WIB
KASUS positif covid-19 di Bali dalam sepekan terakhir cenderung menunjukkan tren...
Istimewa

LSI Prediksi Petahana di Pilkada Sulut Sulit Dikalahkan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 16:40 WIB
JIKA tidak ada kejadian luar biasa, pasangan petahana Olly – Steven sulit dikalahkan pada Pilkada Sulut pada 9 Desember...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya