Selasa 13 Oktober 2020, 11:10 WIB

Mahfud: TGPF Berintegritas dan Tak Bisa Dibeli

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Mahfud: TGPF Berintegritas dan Tak Bisa Dibeli

DOK KEMENKO POLHUKAM
Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD 

 

MENTERI Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan tim gabungan pencari fakta (TGPF) yang bertugas mengungkap empat kematian di Intan Jaya, Papua bekerja objektif, profesional, berintegritas, dan tidak bisa dibeli. Tim ini akan mengungkap kejadian yang sesungguhnya berikut pihak yang bertanggung jawab untuk diteruskan melalui penegakan hukum.

"Saudara, saya ingin pastikan tim ini adalah tim yang memang pencari fakta yang objektif. Tim ini tidak bisa dikaitkan misalnya dengan kecurigaan, ah itu buatan pemerintah atau itu pesanan pemerintah," tegasnya saat memberikan keterangan resmi, di Kantor Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Selasa (13/10).

Menurut Mahfud, TGPF diisi seluruh elemen atau perwakilan mulai pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga kepolisian. Semuanya saling melengkapi untuk mengungkap peristiwa yang sebenernya terjadi di Intan Jaya.

"Tetapi di sini ada orang-orang yang tidak bisa dibeli pikirannya. Dari kampus di sini ada Pak Palguna, ada Pak Apolo, ada Pak Makarim, ada Pak Bambang. Itu tidak bisa didikte, kalau bilang tidak, tidak. Semua orang percaya," ungkapnya.

Baca juga : Yenti Ingatkan Soal Vonis Terdakwa Jiwasraya belum Inkrah

Diketahui tim Investigasi lapangan TGPF ini diketuai Benny J Mamoto dengan anggotanya terdiri dari Sugeng Purnomo, Makarim Wibisono, Jhony Nelson Simanjuntak, Henok Bagau, Apolo Safono, Constan Karma, Thoha Abdul Hamid, Samuel Tabuni, Victor Abraham Abaidata, I Dewa Gede Palguna, Bambang Purwoko, Budi Kuncoro, Rudy Heriyanto, Asep Subarkah, Eddy Rate Muis, Arif dan Edwin Partogi Pasaribu.

Tim Ketua Pengarah TGPF Tri Soewandono yang merupakan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Kemudian anggotanya terdiri dari Purnomo Sidi, Lutfi Rauf, Rudianto, Armed Wijaya, Janedjri M Gaffar, Rus Nurhadi Sutedjo dan Rizal Mustary. Tujuh orang ini merupakan pejabat di Kemenko Polhukam, dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP) diutus Jaleswari Pramodhawardani dan perwakilan BIN yakni Imron Cotan.

Mahfud menjelaskan tim ini sulit untuk diganggu keyakinan atas temuan di lapangan. Fakta-fakta yang terkumpul dari tempat kejadian berikut sejumlah kesaksian akan disimpulkan pada empat hari mendatang yakni, Sabtu (17/10).

"Sehingga tidak mungkin tim ini berbohong. menurut keyakinan kami. bukan ini tidak mungkin, (tapi) tidak bisa. mau berbohong bagaimana. Oleh sebab itu saudara sekalian, ditunggu saja sampai tanggal 17 ini," pungkasnya.

TGPF bertugas mencari fakta sesungguhnya di balik tewasnya seorang Pendeta Yeremia Zanambani, dua Anggota TNI, dan seorang warga sipil di Intan Jaya. TGPF sudah melakukan investigasi langsung ke Intan Jaya bertemu keluarga korban dan sejumlah saksi dan dalam pelaksanaannya tim ini sempat diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) dengan satu orang dari tim ini mengalami luka tembak. (P-5)

Baca Juga

MI/Susanto

Siti Fadillah Bebas, KPK : Semoga Jadi Pelajaran Pejabat Lain

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 18:18 WIB
Ia mengatakan, kasus Siti Fadillah Supari harus menjadi perhatian dan pelajaran pejabat negara yang masih aktif dan berwenang menggunakan...
Antara/Abriawan Abhe

Mahfud MD: Protes Penyataan Presiden Macron Harus Tertib

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 17:08 WIB
"Pemerintah menyerukan bahwa setiap upaya mengekspresikan atau menyatakan pendapat terkait dengan apa yang dinyatakan oleh Presiden...
Antara

Megawati Cuek Dicibir soal Milenial Rendah Kontribusi

👤 Cahya Mulyana 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 17:05 WIB
KETUA Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menanggapi dengan santai soal kontroversi dari ucapannya mengenai kontribusi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya