Selasa 13 Oktober 2020, 10:42 WIB

UU Cipta Kerja Solusi Bagi Masalah KUMKM

Despian Nurhidayat | Ekonomi
UU Cipta Kerja Solusi Bagi Masalah KUMKM

Antara
Pekerja meyelesaikan pembuatan miniatur pesawat terbang di Anglo Air Craft Model, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (12/10/2020).

 

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja sangat dibutuhkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas. Sebab, pasca pandemi angka kemiskinan berpotensi akan bertambah.

Bahkan, setiap tahunnya, terdapat 2,9 juta penduduk usia kerja baru yang akan masuk ke pasar tenaga kerja, sehingga dibutuhkan pertumbuhan rantai ekonomi supaya penyerapan tenaga kerja semakin besar. Banyak juga yang mengatakan UU Cipta Kerja mempermudah usaha besar. Faktanya, 99% pelaku usaha di Indonesia ialah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dengan penyerapan tenaga kerja sampai 97%.

"Dengan diberikan berbagai kemudahan dari hulu hingga hilir untuk UMKM dan koperasi, saya optimis untuk UMKM dalam penyerapan tenaga kerja akan semakin besar," ungkap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dilansir dari keterangan resmi, Selasa (13/10).

Teten menekankan bahwa dengan UU tersebut, UMKM bisa tumbuh dan berkembang. "Yang jelas, UU Cipta Kerja akan mampu menjawab masalah-masalah utama yang selama ini dihadapi UMKM," sambungnya.

Misalnya, kat adia, akses kepada pembiayaan dipermudah, karena selama ini akses UMKM kepada perbankan masih 11%. "Karena itu, dalam UU Cipta Kerja, UMKM dipermudah untuk mengakses perbankan. Bahkan, kegiatan usaha itu bisa dijadikan agunan untuk memperoleh pembiayaan,” kata Teten.

Terkait dengan perizinan, juga ada sisi kemudahan dimana untuk koperasi yang awalnya disyaratkan 20 orang untuk pembentukannya kini bisa hanya dengan 9 orang saja. Selain itu untuk PT tidak harus ada penyertaan modal.

“Saya kira dapat mendorong untuk transformasi dari yang informal menjadi formal yang unbankable menjadi bankable, itu salah satu contohnya,” ujar Teten.

Selama ini, lanjut Teten, UMKM baru 11% yang terhubung kepada bank dan angka ini tergolong sangat rendah karena UMKM unbankable. Melalui UU Cipta Kerja diberikan kemudahan dalam mendirikan PT dan koperasi dan dipermudah perizinannya, sehingga mampu mendorong akses kepada pembiayaan semakin besar.

Di sisi lain, sebagian besar UMKM tidak mempunyai asset sehingga banyak dari mereka kesulitan untuk mengakses pembiayaan bank karena agunan yang dipersyaratkan berupa aset.

“Jadi sekarang, kegiatan usaha bekerja sama dengan offtaker dan dibuat perjanjian dalam jangka panjang untuk bisa menyerap produk UMKM dan itu bisa dijadikan agunan untuk mendapatkan pinjaman di bank,” tuturnya. (E-3)

 

Baca Juga

Antara/Raisan Al-Farisi

UU Cipta Kerja Buka Ruang Konsolidasi Data Tunggal KUMKM

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:17 WIB
UU Cipta Kerja dibuat dengan tujuan untuk menjawab masalah-masalah utama yang dihadapi oleh UMKM dan koperasi yang sebelumnya menyebabkan...
Dok UResort

Bidik Mahasiswa, Apartemen Ini Sesuaikan Kebutuhan Kampus

👤Ihfa Firdausya 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:15 WIB
Hunian yang membidik pasar mahasiswa sekarang ini tidak cukup sekadar dekat dengan kampus, tapi juga harus menunjang kegiatan...
MI/Bagus Suryo

Ida Fauziyah jadi Ketua Menaker ASEAN

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:09 WIB
Ida langsung memimpin pertemuan tingkat Menaker se-ASEAN tersebut usai serah terima jabatan dari Tuan Haji Awang selaku Ketua periode...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya